Perairan Cilamaya Karawang dikenal sebagai kuburan kapal-kapal VOC dan China

Di Perairan Cilamaya, ditemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), serta guci-guci peninggalan China hingga jangkar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Perairan Cilamaya Karawang dikenal sebagai kuburan kapal-kapal VOC dan China
VOC. ©2018 istimewa

Perairan Cilamaya, Pakisjaya, Karawang dikenal sebagai kuburan kapal-kapal yang berusia hingga ratusan tahun. Dinas Perikanan Kabupaten Karawang, Jabar mencatat, setidaknya ada kapal VOC dan China yang usianya lebih dari seabad.

Di Perairan Cilamaya, ditemukan benda-benda berupa koin emas diduga peninggalan Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), serta guci-guci peninggalan China hingga jangkar.

Bahkan ke depannya, pemerintah pusat akan membangun galeri atau museum benda-benda cagar budaya terkait dengan dengan temuan-temuan itu.

"Sekali lagi, temuan benda cagar budaya itu di perairan Cilamaya itu pun sudah lama, bukan Perairan Pakisjaya (tempat pesawat Lion Air JT 610 jatuh)," kata Sekretaris Dinas Perikanan Karawang Sari Nurmiasih, Minggu (5/11). Dikutip dari Antara.

Dia menegaskan, lokasi jatuhnya pesawat Lion Air beregistrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di Perairan Tanjungpakis bukan di titik penemuan benda cagar budaya.

Sari menyampaikan hal tersebut karena dalam beberapa hari terakhir ini ada beberapa media yang menghubung-hubungkan, titik penemuan benda cagar budaya dengan lokasi jatuhnya pesawat Lion Air.

"Sampai saat ini belum ada penelitian kalau di perairan Tanjungpakis itu terdapat kawasan kuburan kapal karam yang membawa muatan cagar budaya. Kalau di perairan Cilamaya, itu betul, pernah ada penelitian mengenai hal tersebut," terangnya.

Rekomendasi