Diduga keracunan gas amonia, puluhan anak-anak di Palembang dilarikan ke RS

Tak ingin membahayakan jiwa, warga mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pusri Palembang. Setelah menjalani perawatan, korban diizinkan pulang.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Diduga keracunan gas amonia, puluhan anak-anak di Palembang dilarikan ke RS
Ilustrasi Keracunan. ©2015 Merdeka.com

Puluhan warga yang mayoritas anak-anak dilarikan ke rumah sakit diduga akibat keracunan amonia PT Pusri Palembang. Bau menyengat juga dirasakan warga yang bermukim di kawasan Plaju yang berseberangan dengan Sungai Musi.

Kebanyakan korban berasal dari Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Mereka tinggal hampir berdekatan dengan pabrik dan kawasan perusahaan pupuk itu.

Menurut warga, Usman Matcik bau menyengat muncul secara tiba-tiba dari pabrik PT Pusri, Kamis (1/11) pukul 18.00 WIB. Saat itu juga, puluhan anak-anak mengalami mual-mual, sesak nafas dan mata pedih akibat terkena gas amonia.

"Baunya menyengat sekali, kami semua tercium, tapi yang parah anak-anak. Baunya baru hilang sekitar pukul delapan malam tadi," ungkap Usman Matcik (66), Jumat (2/11).

Tak ingin membahayakan jiwa, warga mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Pusri Palembang. Setelah menjalani perawatan, korban diizinkan pulang.

"Kabarnya tidak ada yang sampai parah, tapi kejadian semalam sudah bikin kami trauma," ujarnya.

Dikatakannya, PT Pusri harus lebih menjaga lingkungan dalam produksi. Sebab, pabriknya berada di lingkungan pemukiman yang dapat menimbulkan banyak resiko bagi warga.

"Kami tinggal di sini sudah puluhan tahun, sebelum pabrik itu dibangun. Pusri harusnya memikirkan juga kesehatan warga, jangan asal produksi saja," kata dia.

Sementara itu, Manager Humas PT Pusri Palembang Hernawan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurut dia, gas amonia diduga muncul dari Pabrik IB yang sedang melakukan jadwal servis star up dan menyalakan mesin.

Meski demikian, pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam terkait kebocoran gas amonia tersebut agar tak terjadi lagi di masa mendatang.

"Memang benar, ada gas amoniak yang keluar saat star up, menyalakan mesin. Kejadian ini baru pertama kali terjadi," kata dia.

Dalam catatannya, ada 25 korban yang terkena paparan gas amonia. Semuanya sudah dilakukan pemeriksaan medis di RS Pusri secara gratis dan diberikan asupan tambahan untuk memulihkan stamina.

"Kebanyakan anak-anak karena daya tahan tubuhnya kurang dibanding dewasa, informasinya menyebar ke seberang Sungai Musi juga. Sudah kita rawat tadi malam," ujarnya.

Bagi yang belum mendapat perawatan, kata dia, pihaknya membuka posko kesehatan di Kelurahan 1 Ilir Palembang. Posko ini dibuka hingga tiga ke depan dan tidak dipungut biaya.

"Mungkin ada warga yang belum diperiksa, jadi kita sediakan posko kesehatan. Silakan datang untuk berobat," pungkasnya.

Rekomendasi