Salah satu dokter jaga di RSU dr Soetomo dilaporkan pasiennya ke Polrestabes Surabaya karena diduga melakukan pelecehan. Namun pihak rumah sakit milik Pemprov Jawa Timur itu menyangkal bahwa tindakan salah satu dokter jaganya itu adalah tindakan pelecehan.
Menurut Wakil Direktur RSU dr Soetomo, dr Hendrian, masih perlu dilakukan indentifikasi lebih dalam untuk membuktikan tuduhan tersebut. "Karena persepsi bisa berbeda. Ini, bidang medis punya tata cara dan aturan sendiri, yang kadangkala diartikan lain," terang Hendrian kepada via ponselnya, Minggu (28/10) petang.
Sekali lagi, Hendrian menegaskan, bahwa rumah sakit memiliki SOP dalam menangani semua pasiennya. "Kami punya cara-cara yang menyangkut medis, istilahnya pendekatan diagnosa," tegasnya.
Tetapi, lanjutnya, yang perlu digarisbawahi, kadang dokter itu dipersepsikan beda oleh banyak pihak. "Kami (para dokter) disumpah dengan didik yang luhur, itu yang mendasari. Kami dilatih, disumpah untuk bermoral," tegasnya.
Ditanya apakah pihak Polrestabes Surabaya sudah melakukan penyelidikan ke pihak rumah sakit terkait laporan tersebut, Hendrian mengaku belum mengetahuinya. Yang jelas, katanya, setiap pasien gawat darurat, diperiksa mendalam untuk mengetahui diagnosanya.
"Saya akan menjawab ini setelah mengetahui secara pasti (persoalannya), karena waktu itu bukan kami yang menjaga," tandas Hendrian.
Diberitakan sebelumnya, PJ (23), asal Jakarta, yang merupakan satu dari enam pasien laka lantas yang dirawat di RSU dr Soetomo melapor ke Polrestabes Surabaya karena merasa dilecehkan oleh dokter jaga saat dia dirawat.
Laporan itu dilayangkan korban, melalui pengacaranya, Tengku Mochtar Djohansyah bersama kedua orang tuanya pada Sabtu (27/10) kemarin.
Korban mengaku ditelanjangi oleh dokter jaga di IRD dr Soetomo. Kemudian difoto dengan alasan keperluan medis. Meski sempat menolak, karena kondisinya masih lemah, korban akhirnya pasrah untuk ditelanjangi dan difoto.
Korban sendiri adalah satu dari enam calon kopilot Citilink yang tengah mengikuti pelatihan di Surabaya. Rabu (24/10) lalu, mereka menumpang mobil Corolla B 911 IN, yang dikemudikan Kanda Pertama (24), warga Sedati Agung, Sidoarjo.
Namun nahas sekitar pukul 03.00 WIB, mobil yang mereka tumpangi menabrak Taman Air Mancur di Bundaran Jalan Pemuda, Surabaya. Selanjutnya dievakuasi petugas dan dibawa ke RSU dr Soetomo.