Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan tantang jajaran intelijennya untuk bekerja maksimal dan memberikan informasi akurat, sehingga gejolak di masyarakat bisa segera diantisipasi saat tahun politik.
Tantangan ini dilontarkan jenderal polisi bintang dua, itu saat membuka Pelatihan Peningkatan Pelayanan dan Penyusunan Kelompok Kerja (Pokja) Target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Ditintelkam Polda Jawa Timur dan Jajaran Tahun Anggaran 2018.
"Situasi politik tahun ini, menjadi tantangan terberat bagi intelijen, karena dari intelijenlah segala informasi yang berkembang wajib diketahui," kata Kapolda dalam sambutannya, Senin (15/10).
Untuk itu, tegasnya, intelijen harus benar-benar mengetahui situasi yang berkembang saat ini. "Dengan adanya intelijen di Polsek ataupun Polres sebagi garis depan, diharapkan dapat mencari dan mengelola informasi yang benar-benar akurat," jelas dia.
Sebagai mata dan telinga kepolisian dapat memberi informasi yang akurat dan bisa memberi kontribusi besar bagi pimpinan. "Dengan mengetahui situasi yang bergejolak di masyarakat, kepolisian dapat mengantisipasi segala kerawanan yang akan terjadi," sambungnya.
Selebihnya, Luki mengingatkan jajarannya terkait pengelolaan PNBP, agar benar-benar terkelola dengan baik dan transparan. "Sehingga ketika ada pemeriksaan, benar jelas dan tersusun dengan baik dan terencana," imbaunya.