Wilayah Palembang dan sekitar akhirnya diguyur hujan setelah beberapa bulan musim kemarau. Namun, sekali diguyur kota itu langsung direndam banjir.
Hujan dengan intensitas lebat mengguyur Palembang selama tiga jam sejak pagi, Jumat (12/10). Hujan deras terjadi merata di Bumi Sriwijaya.
Hujan tersebut menyebabkan rendaman air. Pantauan merdeka.com, sejumlah pemukiman penduduk dan jalanan direndam banjir, ketinggian mulai 30 sentimeter hingga setengah meter.
Rendaman air tersebar di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kolonel H Barlian, Jalan Mayor Salim Batubara KM 8, Jalan Bay Batubara, dan Jalan Bangau. Banjir juga melanda di seputaran Kantor Gubernur Sumsel di Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Ade Irma Nasution.
Tingginya air membuat banyak kendaraan bermotor baik motor maupun mobil mogok sehingga terjadi kemacetan. "Kebetulan lagi parkir, saya tidak tahu jalan banjir. Air masuk mesin, mobil saya mogok," ungkap Rando, pemilik Honda Jazz kepada merdeka.com.
Sementara di pemukiman berada di kawasan Sekip Bendung, sekitar kampus Universitas Islam Negeri Raden Fatah, dan Plaju, serta banyak tempat lain.
Berdasarkan laporan dari BMKG Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, hujan hari ini tidak hanya terjadi di Palembang tetapi melanda hampir di seluruh wilayah Sumsel, seperti Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, OKU Timur, Ogan Ilir, OKU, dan Muara Enim. Intensitasnya sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.