Pemerintah dinilai tak serius benahi sistem Lapas usai ditemukan sel mewah Setnov

Pemerintah dinilai tak serius benahi sistem Lapas usai ditemukan sel mewah Setnov. Jika pemerintah serius membenahi sistem di Lapas Sukamiskin, mestinya Presiden Joko Widodo berani membersihkan oknum Lapas yang bandel. Terlebih mencopot Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly.

Muhammad Genantan Saputra
Pemerintah dinilai tak serius benahi sistem Lapas usai ditemukan sel mewah Setnov
Sel mewah Setnov. ©2018 Merdeka.com

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago mempertanyakan keseriusan pemerintah membenahi sistem di Lapas Sukamiskin. Ini terbukti sejak ditemukannya sel mewah terpidana kasus mega korupsi proyek e-KTP Setya Novanto.

Pangi mengatakan, jika pemerintah serius membenahi sistem di Lapas Sukamiskin, mestinya Presiden Joko Widodo berani membersihkan oknum Lapas yang bandel. Terlebih mencopot Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly.

"Kalau copot-copotan begitu kan baiknya begitu, cuman kan gitu aja enggak berani apalagi yang lain, petugas Lapas enggak dicopot, Menteri enggak dicopot. Bagaimana mau memperbaiki menteri aja enggak berani copot. Petugas Lapas gitu gitu juga bentar lagi cengangas-cengenges juga. Diselesaikan semua di bawah meja," kata Pangi usai diskusi 'Sel Mewah Setya Novanto' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (19/9).

Pangi memandang, pemerintah masih bercanda melihat budaya bobroknya sistem pengawasan Lapas Sukamiskin. Masyarakat juga bosan melihat masalah ini. Oleh karenanya, Presiden diminta segera mencarikan solusi yang ampuh.

"Jadi kita nikmati aja permainan ini, rakyat makin menderita, ya kita nikmati. karena apa? ya orang masih cengengesan kok, habis divonis masih foto-foto bingung kita itu, dalangnya bingung petugasnya bingung. Hakim juga bingung, Presiden juga bingung," ujarnya.

"Ini opera kita yang jalannya lucu, dagelan, Republik hari ini lelucon politik. Karena memang enggak ada orang yang sedih, kan siapa yang sedih divonis? jadi menurut saya kita saling cengengesan aja," tambah Pangi.

Dia menuturkan, masalah korupsi ini merusak tatanan bangsa. Mestinya gebrakan pemerintah harus tegas melihat persoalan ini. Oleh karenanya, koruptor harus dibuat kapok.

"BPJS hari ini tersendat anggarannya kan gitu korupsi. Orang miskin enggak bisa berobat, efek korupsi enggak? efek korupsi. Obat yang seharusnya tujuh tinggal enam, ini enggak ditanggung lagi obat, penyakit mulai dikurang kurangin akibat korupsi juga," tegas Direktur Voxpol Center ini.

Rekomendasi