Diduga bunuh diri, PRT tewas setelah lompat dari lantai 10 apartemen di Jakut

Sejauh ini belum diketahui motif SA nekat terjun dari apartemen. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban belakangan sering melamun sendiri.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Diduga bunuh diri, PRT tewas setelah lompat dari lantai 10 apartemen di Jakut
Ilustrasi Bunuh Diri. ©2014 Merdeka.com

Pekerja Rumah Tangga berinisial SA (19) tewas diduga setelah melompat dari lantai 10 Apartemen Springhill Royal Residence, Pademangan, Jakarta Utara, Senin (3/9) kemarin.

Kapolsek Pademangan, Kompol Tatik Suhartatik mengatakan, korban sudah dua tahun tinggal di unit apartemen tersebut bersama majikannya.

Korban dan majikan memiliki hubungan yang sangat baik, sehingga aksi nekatnya terjun bebas dirasa bukan karena ada masalah dengan majikannya.

"Ya jadi majikannya terpukul juga karena sudah akrab dengan anak-anaknya selama dua tahun," kata Tatik saat dikonfirmasi, Selasa (4/9).

Sejauh ini belum diketahui motif SA nekat terjun dari apartemen. Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban belakangan sering melamun sendiri. Keluarga korban saat diperiksa mengaku anaknya tak punya masalah dengan siapa pun.

"Kan kemarin (keluarga korban) datang ke Polsek. Katanya, kakak sepupu korban nikah, jadi mau pulang atau gimana saya enggak tahu," ujarnya.

Dari keterangan saksi, Tatik menuturkan, SA tidak memiliki masalah dengan upah yang diterima dari majikan atau masalah dengan ekonomi.

"Kita belum bisa simpulkan. Karena dari keluarga korban juga rutin juga dikirim gajinya. Berarti kan gajinya lancar. Lebaran kemarin juga pulang," tandasnya.

Kini jasad wanita itu sudah dimakamkan di kampung halamannya di Brebes, Jawa Tengah.

Rekomendasi