Bocah tewas tenggelam usai pesta adat Erau di Tenggarong Kukar

Begitu mendengar kejadian itu, tim SAR gabungan antara lain mulai dari BPBD Kutai Kartanegara, Dishub Kutai Kartanegara, Polres Kukar, dan relawan Damkar Loji serta LSM Pelik hingga Basarnas, melakukan pencarian di perairan.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Bocah tewas tenggelam usai pesta adat Erau di Tenggarong Kukar
Proses pencarian dan evakuasi di Sungai Mahakam. ©2018 Merdeka.com

Pesta adat dan budaya Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menelan korban jiwa. Rafi Al Fitrah (12), bocah kelas 6 SD di Tenggarong ditemukan tewas setelah tenggelam di Sungai Mahakam. Jasadnya diserahkan ke keluarga, untuk dimakamkan.

"Korban ditemukan sekitar jam 3.15 sore ini tadi, dalam kondisi meninggal dunia, oleh tim SAR gabungan," kata Kasi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Minggu (29/7).

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 10.00 WITA. Saat itu, korban melakukan aktivitas mandi-mandi bersama 2 teman sebayanya setelah ritual melepas naga di Sungai Mahakam, sebagai bagian dari adat Erau.

Belakangan, korban terlepas dari pantauan orangtuanya, yang sedang berjualan bakso goreng. Di Sungai Mahakam, korban terlihat masih bisa berenang. Namun saat terjun ke sungai keempat kalinya, korban tidak lagi terlihat ke permukaan sungai.

"Teman-teman korban, dengan warga yang ada di sekitar sempat memberikan pertolongan. Tapi gagal," ujar Octavianto.

Begitu mendengar kejadian itu, tim SAR gabungan antara lain mulai dari BPBD Kutai Kartanegara, Dishub Kutai Kartanegara, Polres Kukar, dan relawan Damkar Loji serta LSM Pelik hingga Basarnas, melakukan pencarian di perairan.

"Begitu ditemukan, korban dievakuasi dan kemudian dibawa ke rumah duka, di Jalan Mangkuraja di Tenggarong. Dengan demikian, operasi SAR selesai dan ditutup," demikian Octavianto.

Sekadar diketahui, pesta adat dan budaya Erau, merupakan agenda tahunan masyarakat Kutai Kartanegara. Erau berlangsung sepekan dan ditutup hari ini. Salah satu agendanya, adalah belimbur, berupa saling siram menyiram air Sungai Mahakam.

Rekomendasi