4 Suporter ditangkap, polisi buru otak perusakan kursi stadion Palembang

Keempat pelaku adalah berinisial FK (17), PR (16), ND (16), dan RS (15), yang semuanya warga Palembang sekaligus suporter Sriwijaya FC. Peran para pelaku masih dalam penyelidikan.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
4 Suporter ditangkap, polisi buru otak perusakan kursi stadion Palembang
Prajurit TNI membawa kursi stadion yang rusak. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Polisi menangkap empat suporter Sriwijaya FC yang diduga melakukan perusakan kursi di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang. Petugas masih memburu otak pengrusakan yang masih bebas berkeliaran.

Keempat pelaku adalah berinisial FK (17), PR (16), ND (16), dan RS (15), yang semuanya warga Palembang sekaligus suporter Sriwijaya FC. Peran para pelaku masih dalam penyelidikan.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengungkapkan, dugaan adanya otak pengrusakan karena sebelum pertandingan dikabarkan ada massa yang akan merangsek masuk ke stadion karena menolak kebijakan manajemen. Namun, pihaknya tidak menduga suporter akan berbuat brutal dengan mencopot dan melempari kursi tribun.

"Akan kita cari siapa otak atau dalangnya. Kita dalami keterangan suporter yang ditangkap," ungkap Marully, Senin (23/7).

Dikatakannya, sebelum perusakan terjadi, salah satu penonton sempat diamankan karena berupaya masuk ke lapangan. Pada pertandingan itu, pihaknya sengaja menambah personel dari jumlah yang biasa dikerahkan.

"Biasanya 600, pertandingan kemarin menjadi 975 personel. Ditugaskan untuk mencegah penonton masuk ke lapangan, pemain dan penonton," kata dia.

Dia menambahkan, pihak kepolisian merekomendasikan pertandingan kandang Sriwijaya FC tidak digelar di stadion GSJ dan tanpa penonton. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa terulang lagi.

"Sebaiknya perlu dipertimbangkan rekomendasi kami, tidak boleh main di GSJ untuk sementara dan tanpa penonton," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengaku tidak mau mengomentari terlalu banyak terkait dugaan adanya otak pengrusakan. Bagi dia, Asian Games adalah menjadi fokus utama perhatian karena tinggal hitungan hari.

"Tidak mau suudzon siapa aktornya. Kalau pun ada saya minta sudah, stop, berhenti," pungkasnya.

Rekomendasi