Sudah sepekan, operasi SAR KM Lestari Maju ditutup siang ini

Mengenai jumlah korban yang meninggal dunia, kata Hamsidar, ada dua data yang keluar. Dari versi RS di daerah setempat menyebutkan 36 korban meninggal dunia namun data Basarnas hanya 34 orang.

Salviah Ika Padmasari
Oleh Salviah Ika Padmasari - Reporter
Sudah sepekan, operasi SAR KM Lestari Maju ditutup siang ini
KM Lestari Maju tenggelam. ©2018 liputan6.com

Operasi SAR KM Lestari Maju yang karam di perairan Selayar, Kepulauan Selayar, Sulsel, Selasa, (3/7) lalu ditutup siang ini, Senin, (9/7). Apel penutupan operasi SAR direncanakan dilakukan di Pantai Pa'badilang, Selayar pukul 14.00 Wita.

Saat dikonfirmasi, Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, mengatakan sebenarnya masih ada satu korban yang belum ditemukan atas nama Aditya (1) putra dari Ningsih, penumpang KM Lestari Maju. Hanya saja, operasi SAR tetap ditutup sesuai standar operasional pencarian yakni selama tujuh hari.

"Saat apel penutupan operasi nanti baru diputuskan apakah ditutup dengan tetap melakukan pemantauan atau bagaimana. Tapi biasanya itu jika operasi ditutup, tetap akan dilanjutkan dengan pemantauan sehingga manakala ditemukan tanda-tanda adanya korban maka operasi akan dibuka lagi," kata Hamsidar.

Seperti diungkap pejabat Gubernur Sulsel, Sumarsono, beberapa waktu lalu bahdwa kapal tersebut sebenarnya sudah tidak layak beroperasi. Lambung kapal bocor sehingga air masuk ke badan kapal dan kapal pun oleng. Oleh nahkoda, kapal itu sengaja dikandaskan agar tidak tenggelam sebagai upaya untuk meminimalkan korban.

Mengenai jumlah korban yang meninggal dunia, kata Hamsidar, ada dua data yang keluar. Dari versi RS di daerah setempat menyebutkan 36 korban meninggal dunia namun data Basarnas hanya 34 orang.

"Meski data berbeda, kita dari unsur SAR fokus ke pencarian yang kemudian hari ini diputuskan operasinya ditutup. Jadi data yang meninggal dunia itu 34 orang, korban yang selamat sebanyak 155 orang. Jika ditambah dengan korban Aditya yang belum ditemukan maka totalnya 190 orang," urai Hamsidar.

Selain korban jiwa dan barang, uang sebesar Rp 30 miliar milik BPD Sulselbar juga nyaris raib dibawa arus laut. Uang untuk pembayaran ke ASN di Kepulauan Selayar yang berada di dalam mobil di atas kapal itu berhasil diselamatkan oleh sopir dan sekuriti BPD Sulselbar dengan segenap upaya hingga tiba tim SAR lakukan evakuasi.

Rekomendasi