Ingin fokus jadi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko akan mundur dari Hanura

"Saya secara pribadi tidak pernah terlibat dalam urusan parpol karena di samping saya hanya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina sehingga keterlibatan saya di Parpol enggak ada pengaruh," kata Moeldoko.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Ingin fokus jadi Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko akan mundur dari Hanura
Moeldoko terima dua perempuan pengibar bendera RI di Gunung Everest. ©2018 Merdeka.com/Titin Supriatin

Jenderal (Purn) Moeldoko berencana mengundurkan diri dari posisi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Hanura. Dia ingin fokus pada tugasnya sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

"Saya sudah menyiapkan diri mengundurkan diri dari Hanura. Ha ha ha saya akan fokus pada pekerjaan dahulu," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (2/7).

Ini disampaikannya saat wartawan bertanya soal sikap Hanura terkait keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. PKPU ini
berisi larangan bagi mantan koruptor maju sebagai Calon Legislatif di Pemilu.

"Saya secara pribadi tidak pernah terlibat dalam urusan parpol karena di samping saya hanya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina sehingga keterlibatan saya di Parpol enggak ada pengaruh," kata Moeldoko.

"Untuk itu saya mempertimbangkan mengundurkan diri karena tugas di sini semakin tinggi frekuensinya. Makin banyak ha ha. Saya pikir biar saya fokus betul. Kalau saya ada beban itu kaki saya jadi susah nanti," sambungnya.

Mengenai rencana pengunduran diri ini, Moeldoko belum menyampaikan secara resmi kepada Ketua Dewan Pembina Hanura, Wiranto dan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang.

"Belum (sampaikan secara resmi ke Wiranto) sih tapi secara bisik-bisik waktu itu ha ha. Saya sudah sampaikan, ke Pak OSO belum," ucapnya.

Setelah pensiun dari TNI, Moeldoko memilih bergabung dengan Partai Hanura pada 2016. Pada 17 Januari 2018, Jokowi menunjuk dan melantik Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Rekomendasi