Polda Aceh mengirim 120 personel Brimob untuk melaksanakan tugas ke Polda Papua. Mereka akan menjalankan tugas untuk pengamanan di wilayah rawan separatis dan kelompok kriminal bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya dan Puncak, Provinsi Papua.
Seluruh personel dilepas langsung oleh Wakapolda Aceh Brigjen Supriyanto Tarah di lapangan Mapolda, Selasa (26/6) pagi. Mereka akan bertugas di Papua selama 6 bulan dan akan disebarkan ke daerah-daerah rawan konflik.
Wakapolda Brigjen Supriyanto Tarah mengatakan, sebagai bagian integral dari Polda Aceh, tentunya memiliki andil dan tanggung jawab ikut membantu ke wilayah lain dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Terutama dalam menangani kejahatan dengan tingkat eskalasi tinggi seperti gangguan kelompok kriminal bersenjata," kata Supriyanto Tarah, Selasa (26/6) di Mapolda Aceh.
Kata Wakapolda, intensitas kerawanan di kedua wilayah tersebut, masih sangat tinggi terutama dari ancaman kelompok kriminalitas bersenjata. Oleh karena itu, situasi tersebut harus diwaspadai dan diantidipasi dalam menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama dalam menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi.
"Saudara-saudara nantinya akan melaksanakan tugas operasi selama 6 bulan khususnya di Polsek-Polsek dengan tingkat kerawanannya tinggi," jelasnya.
Wakapolda meminta kepada seluruh personel Brimob untuk memaksimalkan kemampuan yang dimiliki setiap individu personel Brimob. Personel Brimob dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan semua elemen yang ada di wilayah operasi sehingga dapat terbinanya situasi yang aman dan tetap dalam keadaan kondusif.
"Sebelum saudara diberangkatkan tentunya saudara telah dibekali dengan pengetahuan, wawasan dan informasi tentang kondisi daerah operasi pada saat latihan pra operasi. Oleh karena itu, jadikanlah latihan pra operasi sebagai modal dasar pengetahuan untuk menghadapi setiap tantangan tugas di medan operasi nantinya."