Presiden Joko Widodo atau Jokowi berencana menemui para keluarga korban pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) yang biasa melakukan aksi kamisan di depan Istana Negara. Kabar tersebut disampaikan Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid usai menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5).
Usman menceritakan, dalam pertemuan tersebut, Jokowi membahas kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu. Di antaranya tragedi Trisakti, Tragedi Semanggi, Papua.
"Yang kedua juga membahas tentang pertemuan dengan Presiden yang besok diagendakan. Tadi Pak Presiden langsung meminta ajudan dan Teten Masduki mengagendakan," kata Usman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5).
Usman berharap pemerintahan Jokowi juga menyelesaikan kasus-kasus lain seperti Tragedi Tanjung Priok, Talangsari, Aceh, dan penculikan aktivis.
"Tadi Presiden langsung minta Jaksa Agung dan Menko Polhukam untuk agendakan itu, bukan hanya kasus 65 tapi Tanjung Priok, Talangsari, Aeh. mudah-mudahan besok bisa jadi pertemuan yang positif," ucap Usman.
Sementara itu, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Yenti Garnasih menyampaikan bahwa Jokowi akan memperhatikan korban pelanggaran HAM dan besok sore diagendakan akan menerima keluarga korban pelanggaran HAM.
"Tadi spontanitas presiden menyatakan, karena pak Usman mengatakan Presiden tidak memperhatikan tidak pernah datang. Presiden mengatakan, kami memperhatikan, mereka saja yang tidak mau datang. Kalau gitu, pak Usman mengatakan, apakah besok bisa diterima? Presiden mengatakan, oke besok kumpulan Kamisan akan diterima Presiden," terang Yenti.
Reporter: Hanz Jimenez
Sumber: Liputan6.com