Puluhan kali beraksi di Jembatan Ampera, 4 ABG penodong warga selfie ditangkap

Puluhan kali beraksi, empat anak baru gede (ABG) ditangkap polisi. Para pelaku merupakan komplotan rampok sadis terhadap warga dan pengunjung yang berwisata ke Jembatan Ampera.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Puluhan kali beraksi di Jembatan Ampera, 4 ABG penodong warga selfie ditangkap
pelaku perampokan di jembatan ampera. ©2018 Merdeka.com/irwanto

Puluhan kali beraksi, empat anak baru gede (ABG) ditangkap polisi. Para pelaku merupakan komplotan rampok sadis terhadap warga dan pengunjung yang berwisata ke Jembatan Ampera.

Keempat pelaku adalah RZ alias RC (17) BD (19), MM (16), dan AS (19), semuanya tinggal di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang. Polisi memburu seorang buronan yang menjadi otak komplotan.

Tersangka BD mengaku tak terhitung lagi melakukan aksi perampokan di atas jembatan yang menghubungkan seberang ulu dan ilir Kota Palembang itu. Terakhir, mereka merampok korban Muhammad Raffi Alamsyah (14) yang sedang selfie di atas jembatan beberapa hari lalu. Korban dianiaya dan barang-barangnya dibawa kabur.

"Biasanya orang-orang kelihatan lugu atau berduit yang kami todong, biasanya malam hari, mereka lagi sibuk foto-foto," ungkap tersangka BD di Mapolsek Seberang Ulu I Palembang, Selasa (29/5).

Menurutnya, kelompoknya beranggotakan lima ABG yang dikomandoi SN (DPO). Masing-masing temannya membawa senjata tajam buat jaga-jaga atau melukai korban.

"Cuma buat beli rokok sama miras, mabuk sama teman," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Seberang Ulu I Palembang Kompol Mayestika Hidayat mengatakan, pihaknya akan memperketat patroli di Jembatan Ampera dan sekitarnya agar warga dan wisatawan merasa aman saat beraktivitas. Apalagi, Palembang disibukkan dengan kepastian keamanan menjelang Asian Games Agustus 2018.

"Semua pihak harus terlibat, laporkan jika jadi korban atau menyaksikan kriminalitas," kata dia.

Terkait empat tersangka penodongan yang ditangkap, Mayestika menyebut akan mengenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. "Satu pelaku kita kejar, identitasnya dikantongi. Dia jadi pemimpin komplotan ini," pungkasnya.

Rekomendasi