Kisah cinta presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie bersama sang istri, Hasri Ainun selalu menarik untuk disimak kembali. Kesetiaan dan cinta Habibie terhadap Ainun menjadi inspirasi buat pasangan lainnya.
Baru-baru ini, Habibie mengadakan acara pengajian mengenang wafatnya Ainun yang telah menginjak delapan tahun. Pada acara ini juga Habibie kembali bercerita mengenai kisah cintanya yang tak akan lekang oleh waktu. Berikut kisah cinta Habibie dan Ainun yang bikin haru;
Advertisement
Kepergian Hasri Ainun untuk selama-lamanya sudah menginjak tahun ke delapan. Untuk memperingati wafatnya Ainun, BJ Habibie menggelar pengajian di kediamannya.
Walaupun sudah delapan tahun berpisah, Habibie masih merindukan istri tercintanya itu. Bahkan dia mengaku rindu dengan segala omelan Ainun. Meski sering diomelin, Habibie mengatakan tetap berusaha menjadi sosok baik, sehingga keduanya jarang bertengkar. "Semua kalau dia marah-marah saya tapi saya enggak pernah berantem sih saya usaha menjadi orang baik," ujarnya.
Advertisement
Meski sudah delapan tahun hidup tanpa ditemani sang istri, BJ Habibie mengaku hingga detik ini masih merasa kehilangan. Sosok Ainun di mata Habibie sangat sempurna.
Bahkan untuk mengenang kepergian Ainun yang ke 8 tahun, Habibie membuat puisi indah. Puisi itu pun dibuat hanya dalam waktu semalam sebelum acara pengajian haul digelar. Berikut petikan puisinya.
Ainun
Ragamu di taman Pahlawan bersama para pahlawan bangsa lainya
Jiwa, roh, batin dan nuranimu telah menyatu dengan saya
Di mana ada Ainun ada Habibie, di mana ada Habibie ada Ainun
Tetap manunggal, menyatu dan tak terpisahkan lagi sepanjang masa
Bibit cinta Illahi, kami siram dengan kasih sayang, nilai iman, taqwa dan budaya.
Murni, suci, sejati sempurna dan abadi sepanjang masa
Lindungilah kami dari segala godaan gangguan yang mencemari cinta kami
Perekat jiwa, roh, batin dan nurani, kami menjadi satu dan manunggal
Seribu hari, seribu tahun, seribu juta tahun Ainun dan Habibie
Mengatasi tantangan badai kehidupan, berlayar ke akhirat dimensi apa saja
Dipisahkan maut sewindu yang lalu, namun tetap manunggal sampai akhirat
Mengatasi segala tantangan dan perubahan bersama sesuai kehendak MU Allah SWT.
Advertisement
Rasa cinta Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie kepada mendiang sang istri, Hasri Ainun Besari kiranya tetap bersemayam di hati. Mantan Presiden ke-3 Indonesia itu kerap menaruh hijab Ainun di bawah bantalnya setiap tidur.
Hijab itu punya sejarah. Kain tipis dengan warna putih gading, dengan beberapa bordir sepanjang sisinya merupakan hijab terakhir yang digunakan Ainun sebelum menghembuskan nafas terakhir di Muenchen, Jerman.
"Aaa ini Ainun. Ini tiap malam di bawah bantal saya, saya bungkus dan ini jilbab penghabisan dia pake dan waktu dia sebagai jenazah di transport ini penutup wajahnya dan saya pakai," ujar Habibie sambil menunjuk hijab Ainun yang ia kalungkan, Selasa (22/5).
Advertisement
BJ Habibie tak kuasa menahan rasa rindu kepada Ainun. Namun ahli aerodinamik itu menyadari pengobat rindu terampuh hanyalah doa. Kondisi itu dia ibaratkan sebuah komputer jinjing tanpa ada software apapun di dalamnya tidak akan bermanfaat maksimal. Agar bisa berfungsi, komputer jinjing itu harus dipenuhi dengan energi.
Dengan pemikiran ilmiahnya itu, Habibie bercerita setiap malam kerap membacakan surah Yasin khusus bagi dia wanita terhebat baginya.
"Saya berdoa. Saya baca Yasin tiap malam untuk dua orang. Untuk Ibu Ainun dan ibu yang melahirkan saya," katanya.