Lim Gwat Ni (56) alias Legita, salah satu korban tewas dalam insiden pengeboman gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Surabaya, Minggu (13/5), merupakan warga kota Tangerang. Dia merupakan satu dari 14 korban tewas dalam insiden keji tersebut.
Pantauan di rumah duka yang beralamat di Perumahan Poris Indah, kecamatan Cipondoh, kota Tangerang, Senin (14/5), sejumlah pelayat dari pihak keluarga dan kerabat berdatangan ke rumah duka.
"Iya saya sempat panik ketika tahu ada ledakan di gereja, saat itu saya tahu istri saya akan beribadah di gereja itu," kata Aan Teja, suami korban, Senin (14/5).
Dia mengatakan, korban datang ke Surabaya untuk kebutuhan pameran di kota tersebut. "Dia ke sana untuk pameran batik, terus dapat kabar dari teman istri yang juga ikut pameran, saya coba kontak enggak bisa. Lalu saya pantau berita di TV," ucapnya.
Sampai baru hari ini, dirinya mengetahui peristiwa kematian sang istri dari kabar yang disampaikan anaknya yang langsung mendatangi rumah sakit di Surabaya.
"Anak saya sudah dari jam 6 sore kemarin berangkat dan baru dapat info tadi siang ini kalau istri saya jadi korban. Saya belum tahu gimana kondisi jasadnya, karena masih diurus," kata Aan Teja.