Pasca kasus persekusi terhadap simpatisan Presiden Joko Widodo atau Jokowi oleh sekelompok orang yang menggunakan kaos bertuliskan #GantiPresiden2019 yang terjadi di arena car free day (CFD) akhir pekan lalu, Polri mengimbau kepada seluruh kota di Indonesia yang menerapkan jalur bebas kendaraan pada hari Minggu pagi agar melarang arena CFD dijadikan tempat kegiatan berunsur politik atau SARA.
Hal ini untuk menghindari munculnya gesekan-gesekan di tengah masyarakat menjelang Pilpres 2019. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota perihal ini. Ia mengatakan baru DKI Jakarta yang memiliki aturan dalam bentuk Pergub terkait penggunaan CFD.
"Kepada seluruh daerah di Indonesia kita berharap bahwa car free day atau hari bebas kendaraan bermotor betul-betul dimanfaatkan untuk seluruh masyarakat. Agar digunakan berkumpul, berolahraga dan (kegiatan) seni budaya, bebas dari politik dan SARA. Kalau di Jakarta ada Pergub. Kita imbau ini kepada seluruh kota, karena ini belum masuk tahapan Pilpres, kita mengimbau saja supaya tidak terjadi gesekan-gesekan, konflik-konflik di lapangan," jelasnya di PTIK, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (3/5).
Setyo mengatakan ada tiga laporan yang masuk terkait kejadian di arena CFD itu. Dua laporan soal persekusi dan satu lainnya terkait pelanggaran UU ITE. Semua laporan sedang dalam tahap pendalaman.
"Tadi malam ketemu Direktur Kriminal Khusus maupun Kriminal Umum dari Polda Metro Jaya, masih penyelidikan, mengumpulkan bahan-bahan keterangan dan sampai saat ini belum terbuka siapa sebagai tersangka," terangnya.
Kegiatan di arena CFD akhir pekan itu disampaikan Setyo di bawah pengawalan polisi. Ia mengatakan jika dilihat dari video yang beredar, ada polisi yang berkeliling menggunakan sepeda dan berjalan kaki. Tapi karena pesertanya ratusan tak bisa diawasi satu per satu sehingga terjadilah peristiwa persekusi itu.
"Tapi yang terjadi kemarin orangnya ratusan. Pada saat berjalan ada yang lolos satu-dua orang dan terjadi kejadian itu (persekusi)," ujarnya.
"Polda Metro Jaya sudah lakukan antisipasi itu tapi ada yang lolos," sambungnya.
Setyo juga membantah ada kesalahan koordinasi antara kepolisian dan peserta yang berkegiatan di arena CFD. "Miskoordinasi sih enggak. Mereka sudah melapor dan ada pengamanan. Kalau lolos satu-satu wajar. Karena kan pulangnya enggak semua misalnya ke Bintaro. Ada dari Bintaro, Cakung, dari mana-mana. Ada yang lolos satu-dua wajar," pungkasnya.