Wiranto soal intimidasi di CFD: Harusnya tak ada pemaksaan kehendak

Dia mengingatkan ada hukum Indonesia. Di mana, setiap warga negara memiliki hak, khususnya dalam berpolitik. Sehingga harus dihormati. "Harusnya tak ada pemaksaan kehendak dari satu masyarakat ke masyarakat lain," ucap Wiranto.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Wiranto soal intimidasi di CFD: Harusnya tak ada pemaksaan kehendak
Wiranto di KPU. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Insiden intimidasi terhadap seorang ibu dan anaknya saat berkegiatan car free day (CFD) mendapat perhatian dari Menko Polhukam, Wiranto. Dia menyayangkan kejadian yang seharusnya tidak terjadi.

"Harusnya tak ada pemaksaan kehendak dari satu masyarakat ke masyarakat lain," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Rabu (2/5/2018).

Dia mengingatkan ada hukum Indonesia. Di mana, setiap warga negara memiliki hak, khususnya dalam berpolitik. Sehingga harus dihormati.

"Kita kan punya hukum positif di Indonesia, setiap warga negara dilindungi haknya, dan tak bisa kemudian haknya dipasung dan diancam oleh kelompok lain, satu kelompok memaksakan kehendak kepada kelompok yang lain," ungkap Wiranto.

Dia menuturkan, jika itu terjadi, maka akan mengganggu ketertiban. Dan pasti polisi akan turun tangan.

"Pasti nanti ujungnya mengganggu ketertiban. Dan itu Polisi nanti bisa bertindak tanpa kecenderungan bermain politik, tapi ini soal ketertiban dan keamanan masyarakat," kata dia.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi