Ini 'jurus ngeles' ala Setya Novanto sampai akhirnya divonis

Novanto juga diwajibkan membayar uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikan ke penyidik KPK.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Ini 'jurus ngeles' ala Setya Novanto sampai akhirnya divonis
Setya Novanto masuk mobil tahanan KPK. ©2018 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Banyak drama yang telah dipertunjukkan Setnov di hadapan publik. Mata Publik sering melihat 'akting' Setnov bak pemain sinetron handal, ini dilakukan untuk menghindar dari jerat hukum.

Namun, perjalanan panjang Setnov akhirnya berakhir di tangan Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setnov atas kasus korupsi mega proyek KTP elektronik. Selain itu, Novanto juga diwajibkan membayar uang pengganti USD 7,3 juta dikurangi Rp 5 miliar yang telah dikembalikan ke penyidik KPK.

Merdeka.com merangkum beberapa 'jurus ngeles' Setnov agar terhindari dari jerat hukum sampai akhirnya Majelis Hakim jatuhkan vonis 15 tahun penjara:

Saat penyidik KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka kasus e-KTP, Setnov tak tinggal diam. Dia langsung mengajukan praperadilan di Pengadilan Negari Jakarta Selatan atas penetapan tersangkanya. Saat itu hakim tunggal, Cepi Iskandar, mengabulkan gugutan Setnov, maka status tersangkanya batal.

KPK tidak tinggal diam, penyidik KPK kembali menetapkan tersangka. Setnov kembali melawan dengan mengajukan kembali praperadilan, namun nasibnya berbeda dengan praperadilan jilid I yang membatalkan status tersangka. Hakim tunggal Kusno menyatakan praperadilan yang diajukan Setya Novanto gugur. Sebabnya, perkara pokok kasus e-KTP yang menjerat Setya Novanto telah masuk dalam persidangan pokok. Dengan begitu proses hukum Setnov tetap berlanjut sampai akhirnya Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setnov atas kasus korupsi mega proyek KTP elektronik.

Penyidik KPK melakukan penjemputan paksa di kediaman Setya Novanto. Hal ini dilakukan karena Setnov selalu mangkir dari panggilan KPK dan ini terjadi pada November 2017 silam. Drama dimulai, dengan jurusnya Setnov melarikan diri. Beberapa hari Setnov menghilang, tidak diketahui keberadaannya. Sampai publik dihebohkan dengan kabar kecelakaan Setnov yang menabrak tiang listrik. Saat itu Setnov langsung dilarikan ke rumah sakit RS Medika Permata Hijau dan drama masih berlanjut. Saat itu Setnov sudah bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk membuat skenario perawatan Setnov usai kecelakaan.

Kecelakaan tunggal Setnov seolah membongkar kebohongan-kebohongan Setya Novanto. Untuk mengelabui publik seolah mengalami luka yang parah pasca kecelakaan, Setnov melakukan banyak hal. Salah satunya dengan menggunakan jarum infus untuk bayi. Dari hasil penelusuran, infus ukuran 24G warna kuning memang dikhususkan untuk bayi atau anak dewasa. Hal itu karena dipergunakan untuk ukuran vena kecil dan kulit yang tidak keras.Dari keterangan para saksi ini membongkar semua skenario kecelakaan Setnov dan drama Setnov untuk menghindari dari hukuman.

Rekomendasi