Polisi gelar rekonstruksi penyerangan Gereja Santa Lidwina

Dari pantauan di lapangan, rekonstruksi dikawal puluhan personel polisi dengan pengamanan berlapis. Selain itu, rekonstruksi penyerangan juga dilakukan secara tertutup.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi gelar rekonstruksi penyerangan Gereja Santa Lidwina
Rekonstruksi penyerangan gereja Santa Lidwina. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Kepolisian melakukan rekonstruksi penyerangan Gereja Santa Lidwina di Bedog, Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Kamis (19/4). Dalam rekonstruksi itu, pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina, Suliyono pun didatangkan.

Dari pantauan di lapangan, rekonstruksi dikawal puluhan personel polisi dengan pengamanan berlapis. Selain itu, rekonstruksi penyerangan juga dilakukan secara tertutup.

Suliyono didatangkan sekitar pukul 08.30 WIB dan langsung menuju ke area Gereja Santa Lidwina. Sejumlah jalan menuju ke Gereja Santa Lidwina pun ditutup sementara.

Suliyono melakukan rekonstruksi dengan berjalan dari arah barat Gereja. Kemudian Suliyono menuju ke timur gereja. Suliyono pun sempat berada di gubug yang berada di sawah tak jauh dari gereja. Di gubug itu, sejumlah adegan dipraktekkan oleh Suliyono.

Usai di gubug, rekonstruksi pun berpindah ke gerbang gereja Santa Lidwina. Di depan gerbang ini Suliyono sempat berhenti dan petugas menunjukkan papan bertuliskan angka 29. Angka ini menunjukkan tanda adegan ke 29.

Kemudian Suliyono masuk ke dalam area gereja. Di adegan ini, Suliyono mempraktekkan adegan ke 30 di mana dia menyerang seorang jemaat dengan pedang. Setelahnya rekonstruksi dilakukan di dalam gereja dengan kondisi tertutup.

Suliyono berada di dalam gereja cukup lama. Dirinya baru keluar dari gereja sekitar pukul 10.20 WIB. Suliyono pun langsung dibawa pergi dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.

Camat Gamping, Abu Bakar yang datang ke lokasi rekonstruksi mengaku tidak mengetahui adanya rekonstruksi tersebut. Dirinya kebetulan sedang berada tak jauh dari lokasi rekonstruksi dan mendatanginya.

"Saya awalnya tidak tahu. Tadi kebetulan saya meresmikan kegiatan wirausaha di sekitar sini," ujar Abu Bakar.

Sebagaimana diberitakan, Suliyono melakukan penyerangan terhadap jemaat Gereja Santa Lidwina yang sedang menjalankan ibadah Misa Minggu pada 11 Februari 2018 yang lalu. Suliyono yang mendatangi gereja Santa Lidwina seorang diri langsung menyerang para jemaat dengan sebilah pedang yang dibawanya.

Akibat penyerangan ini sejumlah jemaat mengalami luka-luka. Bahkan Romo Prier yang tengah memimpin misa pun menjadi sasaran amukan Suliyono. Romo Prier mengalami sejumlah luka dibagian tubuhnya.

Suliyono akhirnya berhasil dilumpuhkan melalui tembakan dari petugas Polsek Gamping. Suliyono pun kemudian diamankan oleh petugas dan para jemaat.

Rekomendasi