Warga Luwu Utara keluhkan harga komoditi ke Aziz Qahhar

senator 3 periode ini menegaskan jika usaha penyulingan nilam merupakan salah satu bentuk kekuatan ekonomi kerakyatan yang mesti didorong dan diperhatikan oleh pemerintah. Terlebih, mengingat usaha semacam inilah yang mendorong masyarakat menjadi mandiri.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Warga Luwu Utara keluhkan harga komoditi ke Aziz Qahhar
Aziz Qahhar di Desa Terpedo Jaya. ©2018 Merdeka.com

Wakil gubernur Sulawesi Selatan nomor urut satu, Abdu Aziz Qahhar Mudzakkar melanjutkan safari politiknya di Desa Terpedo Jaya, Kecamatan Sabbang kabupaten Luwu Utara, Jumat (7/4). Di lokasi tersebut, pasangan Nurdin Halin ini menyempatkan diri mengunjungi tempat penyulingan nilam tradisional yang menjadi salah satu andalan perekonomian masyarakat setempat.

Salah satu warga desa Torpedo Jaya, Muhlis menerangkan, kendati harga nilam saat ini mengalami penurunan, masyarakat tidak berani beralih profesi sebab masih banyak yang menggantungkan hidup pada penyulingan tersebut.

"Kami berharap pasangan NH-Aziz dapat memenangkan pemilihan gubernur Sulsel sehingga dapat memperhatikan harga dan keadaan ekonomi masyarakat di sini," keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, senator 3 periode ini menegaskan jika usaha penyulingan nilam merupakan salah satu bentuk kekuatan ekonomi kerakyatan yang mesti didorong dan diperhatikan oleh pemerintah. Terlebih, mengingat usaha semacam inilah yang mendorong masyarakat menjadi mandiri.

"Jika kami terpilih maka hal seperti ini akan lebih kami perhatikan lagi nasibnya. Karena ini juga masuk dalam visi misi kami yakni membangun Sulsel berdasarkan basis ekonomi kerakyatan," terangnya.

Menurut Aziz, sedari awal berniat maju di pemilihan Gubernur Sulsel 2018 bersama NH, dirinya telah berniat untuk menjadi pemimpin yang melayani rakyat dan bukan untuk berkuasa. Keinginan untuk mengabdi tersebut yang menjadi dasar pasangan nasionalis religius ini menggagas berbagai program pro rakyat.

"Ini bukan janji politik semata tapi sebuah keseriusan dan komitmen untuk mengabdi kepada Sulsel. Sebuah bentuk pengabdian dengan membangun kampung. Di antara empat calon hanya NH-Aziz yang jelas program keumatannya. Sebab kami tahu kewajiban pemimpin itu seperti apa. Kita harus cerdas secara intelektual dan cerdas secara spiritual," tegas Aziz.

Program pasangan tegas, merakyat dan religius tersebut, menurutnya disusun atas dasar kesadaran bahwa masyarakat kecil harus menjadi perhatian utama. Hal ini juga yang mendasari NH-Aziz mengusung tagline membangun di kampung.

"Bagi kami pemimpin itu pelayan, jadi tugas kami hanya melayani masyarakat atas kesejahteraannya. Untuk apa kami maju jika hanya untuk memperkaya diri dan bergagah-gagahan dengan jabatan," tutupnya.

Rekomendasi