Polisi telisik kandungan miras oplosan tewaskan belasan orang

Polisi telisik kandungan miras oplosan tewaskan belasan orang. Polisi telah membawa racikan miras tersangka RS ke Laboraturium. Hal itu untuk mengetahui kandungannya. Sejauh ini, kandunganya yaitu alkhohol murni 90 persen, Sirup, minuman soda (cocacola), dan ExtraJoss.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Polisi telisik kandungan miras oplosan tewaskan belasan orang
Komisaris Purwanta. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Kepolisian mengautopsi warga yang tewas usai menenggak minuman keras (miras) oplosan. Jenazah warga itu berada di Rumah Sakit Umum Zahirah, Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Minggu dan Rumah Sakit Fatmawati serta di Rumah Sakit Tugu Ibu.

"Kami ambil sample saja dari kemarin. Kami akan mendalami lebih jauh efek dari miras ini. Apakah miras dari rumah sakit lain itu adalah miras dari Jagakarsa," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Purwanta ketika ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (5/4).

Menurut dia, polisi juga telah membawa racikan miras tersangka RS ke Laboraturium. Hal itu untuk mengetahui kandungannya. Sejauh ini, kandunganya yaitu alkhohol murni 90 persen, Sirup, minuman soda (cocacola), dan ExtraJoss.

"Kami akan buktikan melalui pemeriksaan laboraturium. Campurannya apa saja," ungkap dia.

Sebelumnya, Pihak kepolisian telah menetapkan status tersangka terhadap RS, pemilik warung yang menjual minuman keras oplosan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sebab, akibat miras yang dijualnya, sudah 10 orang meninggal dunia.

"Untuk miras oplosan sampai hari ini masih tetap dalami terus dan kita sudah naikkan tersangka yang pemilik atau penjual kios itu atas nama RS," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar di Mapolda Metro Jaya, Rabu (4/4).

Pasal berlapis juga sudah disiapkan untuk RS. Lantaran menjual barang yang dilarang dan mengakibatkan jatuhnya korban.

Indra menyebutkan, tersangka RS yang merupakan lulusan SMA itu belajar membuat miras oplosan dengan cara otodidak di warung miliknya.

Polisi juga masih mencari tahu sudah berapa lama tersangka menjalankan usaha haramnya. Yang jelas, miras oplosan hasil racikan RS dapat dipesan konsumen dengan aneka rasa.

"Selama ini aman, aman pengakuan dia, tidak ada gejolak apa-apa, kemarin ada yang meninggal jadi gejolak. Dia berkedok seolah-olah selama ini kios itu menjual jamu. Kan ada macam-macam, nggak tahunya ada miras itu," ujar Indra.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi