Keluarga korban kecelakaan di tanjakan Emen tuntut EO dan PO bus tanggung jawab

Keluarga korban kecelakaan di tanjakan Emen tuntut EO dan PO bus tanggung jawab. Pihak keluarga korban yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban tanjakan Emen (FSKK) berkumpul di kantor kelurahan Pisangan dengan membawa bendera kuning sebagai simbol duka kehilangan anggota keluarganya.

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Keluarga korban kecelakaan di tanjakan Emen tuntut EO dan PO bus tanggung jawab
Forum Silaturahmi Keluarga Korban tanjakan Emen. ©2018 Merdeka.com/Kirom

Keluarga korban kecelakaan maut di tanjakan Emen menuntut pihak Penyelenggara (EO) dan PO Bus Premium Passion meminta maaf dan pertanggungjawaban. Pihak keluarga korban yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Keluarga Korban tanjakan Emen (FSKK) berkumpul di kantor kelurahan Pisangan dengan membawa bendera kuning sebagai simbol duka kehilangan anggota keluarganya.

Aang Junaidi, juru bicara FSKK yang juga keluarga korban menerangkan, kehadiran keluarga korban untuk meminta bantuan pemerintah setempat memediasi pertemuan dengan pihak EO dan PO Bus Premium Passion. Menurut dia, sampai saat ini tak ada permohonan maaf dan tanggung jawab dari pihak EO dan PO Bus.

"Kami menanyakan permintaan maaf dan tanggung jawab pihak EO dan PO Bus yang sampai hari ini belum pernah menyampaikan permintaan maaf dan tanggung jawabnya kepada keluarga korban meninggal dan korban luka-luka," kata Aang di kantor Kelurahan Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (3/4).

Aang mengatakan, pelbagai upaya telah dilakukan pihak keluarga untuk bertemu pihak penyelenggara dan perusahaan bus. Namun semua cara itu hingga kini selalu nihil.

"Kami meminta kepada semua pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini. Kami begini karena surat somasi yang kami layangkan tak juga digubris," kata dia.

Menurut dia, selain 26 korban meninggal, ada 11 korban luka berat yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit dan perawatan alternatif.

"Korban luka berat 11 orang, mereka ini masih berobat jalan, dan urut ke alternatif. Inikan perlu biaya yang tidak sedikit. Memang di rumah sakitnya gratis, tapi buat ongkos bulak-balik ini tidak kecil," tandasnya.

Diketahui, kecelakaan lalu lintas itu terjadi di Jalan umum jurusan Bandung menuju Subang, Kampung Cicenang, Desa Ciater, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang atau di tanjakan Emen, Sabtu (18/2) lalu. Puluhan penumpang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden ini.

Rekomendasi