Sepasang kekasih, Kiki Riski Amelia (20) dan Rizki Ramadhan (25) nekat menggugurkan bayi hasil hubungan gelap mereka. Alasan mereka, lantaran takut kehamilan tersebut ketahuan keluarga.
Kapolsek Tenayan Raya, Pekanbaru Kompol Rahmadani mengatakan, kedua pasangan tak resmi itu sudah ditangkap dan mengakui perbuatan mereka. Terungkapnya kasus aborsi itu karena kecurigaan keluarga Kiki yang melihat gelagat aneh perempuan berumur 20 tahun tersebut.
"Mereka berdua sudah kita tangkap di tempat dan waktu yang berbeda. Status keduanya kita tetapkan sebagai tersangka," ujar Rahmadani kepada merdeka.com, Selasa (6/3).
Dikatakan dia, awalnya kakak Kiki, sempat curiga melihat bentuk perut adiknya membesar pada bulan November 2017 lalu. Saat sang kakak menanyakan kepada Kiki tentang perutnya itu. Namun, Kiki hanya diam tanpa memberikan penjelasan sambil meninggalkan kakaknya.
"Kemudian pada 10 Januari 2018, ibunya Kiki merasa curiga karena menemukan banyak darah di kamar mandi rumah mereka. Saat ditanya, Kiki menjawab darah itu merupakan menstruasi dirinya," kata Rahmadani.
Lama kelamaan, ibu Kiki akhirnya mengetahui bahwa anaknya telah hamil dan menggugurkan kandungan hasil hubungan badan tanpa ikatan resmi dengan pacarnya, Rizki.
"Ibunya baru tahu setelah diberitahukan oleh sang suami bahwa anak mereka sudah menceritakan perbuatan aborsi tersebut," ucapnya.
Si ibu pun kaget, kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Tenayan Raya. Keluarga Kiki tak terima karena anaknya dihamili hingga menggugurkan calon jabang bayi tersebut.
Atas laporan orangtua Kiki, polisi langsung melakukan penyelidikan. Polisi mendapatkan identitas Rizki pacarnya Kiki kemudian mencari keberadaannya. Sepasang sejoli itupun ditangkap pada Senin (5/3) kemarin.
"Kiki dan Rizki sama-sama kita tangkap di dua lokasi berbeda. Lalu mereka kita tetapkan sebagai tersangka aborsi," tegas Rahmadani.
Selain itu, polisi juga menggali kuburan bayi tersebut di belakang rumah orangtua Rizki, Jalan Kapau Sari, Gang Ocu, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Saat kuburan dibongkar, jasad bayi sudah tidak utuh.
"Kiki mengakui perbuatannya, sengaja melakukan aborsi karena takut ketahuan hamil oleh keluarganya. Bayi itu digugurkan pada10 Januari 2018, dengan cara meminum obat Sitotek sebanyak 2 butir," jelasnya.