Dari tiga agen yang saat ini masih menjalani proses sidang First Travel terungkap bahwa mereka mengalami rata-rata Rp 100 juta. Karena mereka terpaksa harus membayarkan biaya jemaah untuk bisa berangkat.
Seperti yang dialami Tri agen dari Sleman Jawa Tengah mengalami kerugian Rp 70 juta ditambah empat orang yang tidak berangkat. Kemudian Martono mengalami kerugian Rp 200 juta. Sedangkan Dewi Agustina mengalami kerugian Rp 150 juta. "Saya hilang uang Rp 150 juta untuk nalangin jemaah," kata Dewi, Senin (5/3).
Para agen terpaksa melakukan hal demikian untuk memberangkatkan jemaah. Pasalnya jemaah selalu menanyakan perihal jadwal keberangkatan. "Kalau jemaah kan tidak mau tahu. Jadi saya ada beban sosial," tukasnya.
Paket yang ditawarkan First Travel adalah promo murah seharga Rp 14,3 juta. Manajemen melakukan promo melalui sosial media dan menggunakan jasa artis. "Ibu-ibu calon jemaah saya berangkat karena mereka tahu ada Syahrini saja berangkat," kata Martono.
Untuk meyakinkan calon jemaah, para agen pun dilengkapi dengan sertifikat. Para agen juga sempat mengikuti pelatihan keagenan yang diselenggarakan First Travel. "Kita diberi brosur dari kantor pusat. Kita tidak boleh membuat sendiri," kata Dewi.
Dari brosur tersebut kata dia dibrosur dicantumkan harga murah. "Yang membuat menarik karena harganya murah itu loh," tandasnya.