Dua warga yang sebelumnya masuk daftar korban hilang terdampak longsor di Pasir Panjang Kabupaten Brebes, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Keduanya yakni Dastam dan Ajid lari ke arah bukit, menjauh dari longsoran ke arah Kecamatan Ketanggungan.
Temuan terhadap keduanya membuat korban hilang yang sebelumnya terdata 15 orang, sampai Jumat (23/2) berkurang jadi 13 orang.
Data pada posko, korban meninggal bertambah menjadi enam orang. Yakni Karsini (66), Casto (48), Wati (80), Radam (59), Kiswan (45), dan Wartinah (46). Nama terakhir baru ditemukan Jumat (23/2) di titik atas.
Satu nama korban yang dirawat di RSUD Majenang, Carki (53) juga dilaporkan meninggal dunia. Sehingga total ada enam orang yang telah meninggal. Lima lainnya atas nama Dadang (45), Eri Pujiarti (50), Mulyono (50), Turti (46), Windi Yuliani (19).
Saat meninjau lokasi, Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto mengatakan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Basarnas, Polri, dan organisasi masyarakat berpencar dalam empat sektor.
"Totalnya ada 600 orang yang dibagi keempat sektor tersebut," katanya.
Empat sektor dibagi dari titik atas, tengah, bawah hingga ke lokasi banjir material longsor yang terjadi kemarin.
Sugiarto menjelaskan, Polda Jateng pun mengerahkan dua anjing pelacak untuk mempercepat evakuasi.
"Alat berat juga sedang didatangkan untuk mempercepat pengevakuasian," ujarnya.
Dari data di papan posko bencana Pasir Panjang, evakuasi sudah berhasil menemukan dua kendaraan roda dua pada sektor atas dan tengah. Upaya evakuasi juga berhasil menemukan potongan tubuh kaki kiri dan kanan, dan pinggul-lutut.
Timbunan longsor semakin gembur setelah turun hujan deras. Akibatnya, lokasi longsor cukup sulit untuk dirambah karena tanah tidak stabil saat diinjak.
Selain itu, kondisi tanah yang terlalu gembur, menjadi kendala saat proses penggalian. Belum lagi, beberapa bongkahan batu dan potongan kayu mempersulit upaya penggalian secara manual.