Andi Nur Arfian (22), yang tenggelam di aliran anak Sungai Karang Mumus (SKM) Kawasan Jembatan Betapai, Sempaja Utara, Samarinda, ditemukan tewas. Ia sebelumnya berswafoto lalu melompat ke sungai tiga itu tiga hari lalu.
Jasad Alfian ditemukan tadi pagi tidak jauh dari lokasinya tenggelam. Jenazahnya kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
"Benar. Ditemukan pagi tadi berjarak sekitar 75 meter (dari lokasi tenggelam)," kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, Kamis (15/2).
Octavianto mengatakan, 3 hari pencarian korban Arfian, unsur SAR gabungan tidak menemukan kendala berarti dalam pencarian dengan penyusuran sungai. Meski, di sekitar lokasi, kondisi cukup becek dan berlumpur usai diguyur hujan.
"Ada 31 unsur SAR yang terlibat dalam pencarian korban Arfian ini. Kendala tidak ada, karena juga dalam pencarian, dibantu banyak tim relawan," ujar Octavianto.
Dia menjelaskan, usai menemukan korban korban lantas dibawa ke RSUD AW Sjahranie di Jalan Palang Merah Samarinda, untuk menjalani visum et repertum. "Setelah visum, diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Jadi, korban ditemukan, operasi SAR ditutup," kata Octavianto.
Diketahui, Andi Nur Arfian (22), dilaporkan hilang terseret arus anak sungai karang mumus (SKM), di bawah jembatan Betapus, Sempaja Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (13/2) sore. Sebelum hilang, dia berpose selfie sambil melompat ke sungai. Belakangan, dia tidak bisa berenang hingga akhirnya tenggelam.