Kasus penipuan biro umrah dikhawatirkan akan terjadi lagi di Kota Solo. Setelah PT Utsmaniyah Hannien Tour, kini giliran biro umrah Abu Tour yang terindikasi melakukan hal yang sama. Puluhan calon jemaah yang seharusnya berangkat ke Tanah Suci Sabtu pekan lalu, batal. Tak ada kejelasan dari biro yang berkantor di Jalan Adi Sucipto, Solo, itu.
Kabar buruk tersebut disampaikan oleh Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Agus Puryadi di sela acara kunjungan ke rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung, Selasa (13/2). Saat ini pihaknya masih menunggu laporan dari para calon jemaah yang menjadi korban.
"Mereka ini ada 90 jemaah yang dijanjikan akan diberangkatkan pada hari Sabtu lalu, tapi sampai hari ini saya belum tahu sudah diberangkatkan atau belum," ujar Agus.
Bahkan, lanjut Agus, kantor Abu Tour yang ada di Jalan Adi Sucipto sudah tutup lebih dari satu minggu yang lalu. Agus menyebut, awalnya ada sekitar 90 jemaah yang akan melapor ke Mapolresta, namun urung meskipun sudah mendatangi Mapolresta.
Agus berjanji untuk menindaklanjuti kasus tersebut jika ada laporan terkait Abu Tour. Namun, imbuh dia, hingga saat ini belum ada satu pun laporan yang masuk. Menurutnya, di daerah lain sudah banyak jemaah yang melaporkan ke kepolisian.
"Di Solo belum ada, kami masih menunggu," terangnya.
Dihubungi terpisah, Kasi Perjalanan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solo, Rosyid Ali Safitri membenarkan jika kantor Abu Taour sudah tutup sejak beberapa hari lalu. Petugas Kemenag sudah melakukan pengawasan di lokasi kantor dan didapati lokasi tersebut sudah tak berpenghuni.
"Kita sudah awasi, dan sudah tutup sejak seminggu yang lalu. Kami akan terus mengawasi keberadaan kantor tersebut," ungkapnya.
Rosyid mengaku kesulitan untuk mengetahui keberadaan para karyawan Abu Taour. Apalagi tak ada satu nomor telepon yang bisa dihubungi.