Kritis, suami korban pembunuhan keluarga di Tangerang luka di leher dan perut

Kritis, suami korban pembunuhan keluarga di Tangerang luka di leher dan perut. Polisi masih menyelidiki kasus ini salah satunya dengan meminta keterangan korban selamat sebelum pembunuhan terjadi.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Kritis, suami korban pembunuhan keluarga di Tangerang luka di leher dan perut
Sekeluarga dibantai. ©2018 Merdeka.com

Kondisi Muktar Efendi alias Abi, masih kritis. Korban selamat kasus pembunuhan di dialami keluarga di perumahan Taman kota Permai II, di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, itu mengalami luka di leher dan perut.

"Kita tidak bisa pahami lukanya. Yang jelas ada luka di leher dan perut dan saat ini sedang penanganan di RS Polri," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Harry Kurniawan saat menjenguk korban di RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Selasa (13/2).

Pembunuhan ini menewaskan istri Abi, Ema (40) dan dua putrinya Nova dan Tari. Polisi masih menyelidiki kasus ini salah satunya dengan meminta keterangan korban selamat sebelum pembunuhan terjadi.

"Ya kalau Polri tidak menduga-duga. Semua keterangan fakta kita kumpulkan untuk cepat ungkap siapa pelakunya," kata Harry.

Namun, kondisi korban yang kritisi membuat pemeriksaan ditunda. Pemeriksaan baru akan dilakukan setelah kondisi korban membaik.

"Masih kita dalami saksi yang ada TKP saat kejadian tinggal satu dan ini yang masih dirawat dalam keadaan yang lemah dan tidak memungkinkan untuk diajak komunikasi tadi saya ajak komunikasi juga masih seperti kondisinya lemah," kata dia.

Barang bukti diamankan dari lokasi berupa baju, senjata tajam diduga digunakan pelaku. Beberapa barang bukti ini kini tengah diselidiki di Puslabfor Polres Tangerang.

"Kita temukan baju, sajam yang diduga, masih diduga, karena kondisinya sudah disimpan dalam keadaan rapi, ini akan kita kirimkan termasuk ceceran darah, bercak-bercak darah yang ada di TKP," kata dia.

Harry mengatakan, tak ada alasan khusus pemindahan lokasi perawatan korban dari Rumah Sakit Tangerang ke RS Polri. Menurutnya, pemindahan dilakukan dikarenakan korban butuh perawatan intensif.

"Kemarin kita sudah masuk di 2 rumah sakit Tangerang, termasuk di RSU Tangerang. Hasil koordinasi dengan RS Tangerang, butuh penanganan dan perawatan intensif, makanya kita rujuk ke RS Polri. Yang kedua, karena ini menjadi saksi kunci kita dan butuh pengamanan intensif agar bisa ditangani dan cepat terungkap pelakunya," tandasnya.

Rekomendasi