Organisasi Islam Persis akan bikin tim investigasi usut kematian anggota

Persis berjanji, pembentukan tim investigasi tidak akan mengganggu proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Bandung. Setiap temuan yang berhasil diungkap dari hasil investigasi Persis, akan disampaikan ke polisi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Organisasi Islam Persis akan bikin tim investigasi usut kematian anggota
Kasus penganiayaan komandan brigade Persis. ©2018 Merdeka.com/dian rosadi

Organisasi Islam Persis mendesak Polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan anggotanya. Bahkan mereka mengaku akan membentuk tim khusus untuk investigasi. Ini sebagai tanggung jawab moral dan bentuk perlindungan kepada seluruh anggota Persis.

Untuk diketahui, Komandan Brigade Persis Prawoto (40) meninggal setelah dianiaya oleh Asep Maftuh (45). Diduga, tersangka yang merupakan tetangga korban mengalami gangguan kejiwaan mental.

"Pembentukan tim investigasi kami pastikan tidak akan mengganggu proses penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polrestabes Bandung," ucap Sekretaris Umum (Sekum) PP Persis Haris Moslem kepada wartawan melalui pesan singkat, Rabu (7/2).

Setiap temuan yang berhasil diungkap dari hasil investigasi Persis, akan disampaikan ke polisi. Ini sebagai bagian dari komitmen bahwa pembentukan tim bukan untuk menandingi atau mengganggu penyidikan yang dilakukan polisi.

Tujuannya agar kasus ini segera selesai. Jika berlarut, maka diduga bisa membuat situasi tidak nyaman bagi masyarakat luas karena muncul kecurigaan serta asumsi yang tidak jelas.

Terpisah, Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menyambut baik dan tidak mempermasalahkan adanya tim investigasi yang dibentuk PP Persis. Polisi justru merasa terbantu. Namun syaratnya hanya satu. Tim tersebut tidak mengganggu proses penyidikan. Hendro berjanji akan transparan dan akuntabel dalam penyidikan kasus ini.

"Penyidikan kasus masih terus berjalan. Penyidik masih menunggu hasil kejiwaan yang tengah diproses dokter jiwa Rumah Sakit Sartika Asih," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Rabu (7/2).

Diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan itu terjadi pada pada Kamis (1/2) pukul 07.00 WIB di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kidul, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit setelah dipukul menggunakan besi. Namun, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan meninggal di hari yang sama pukul 16.00 WIB.

Rekomendasi