Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memiliki skema jadwal untuk memfasilitasi debat publik bagi Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur. Rencananya, debat publik yang akan dilakukan secara terbuka antar pasangan calon akan dilakukan sebanyak tiga kali.
"Nantinya KPU Jatim yang akan memfasilitasi debat publik sebanyak tiga kali," kata Ketua Divisi SDM dan Parmas KPU Jatim, Gogot Cahyo Baskoro, Rabu (7/2).
Dari jadwal tiga kali itu, lanjut dia, rencananya dua kali akan dilakukan sebelum puasa (Ramadan) dan satu kali setelah lebaran.
KPU Jatim masih menunggu tahapan penetapan dan pengundian nomor urut terhadap dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yaitu Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elastianto Dardak (Khofifah-Emil).
Namun, skema jadwal debat publik yang memiliki jadwal kampanye cukup panjang terhitung mulai 15 Februari hingga 23 Juni 2018 mendatang, itu akan semakin memaksimalkan persiapan jalannya debat publik.
"Baik dalam hal materi dan teknisnya. Termasuk, untuk konsep yang diusung dalam debat publik," kata Gogot, sapaan akrab Gogot Cahyo Baskoro.
Dia berharap, fasilitas yang disiapkan untuk debat publik itu benar-benar dimanfaatkan masing-masing Paslon untuk memaparkan visi dan misi, serta program yang diusung.
Selain debat publik, KPU Jatim juga memfasilitasi iklan kampanye melalui media masa televisi, radio, media cetak dan online. Menurut dia, jadwal untuk kampanye melalui media massa masih cukup lama, yakni 10 hingga 23 Juni 2018 mendatang.
"Kami akan maksimalkan tahapan kampanye, agar semua paslon juga bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.