Salah paham, ratusan pengemudi ojek online datangi ojek pangkalan di Depok

Sumber permasalahan karena desas desus bahwa ada pengemudi ojek online yang dipukuli oleh ojek pangkalan. Jumlah pengemudi ojek online yang datang mencapai 500 orang. Mereka berdatangan secara spontan dari pesan berantai yang diterima. Tiba di UI, mereka pun ditertibkan oleh keamanan kampus.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Salah paham, ratusan pengemudi ojek online datangi ojek pangkalan di Depok
Ojek online geruduk ojek pangkalan di Depok. ©2018 Merdeka.com

Ratusan pengemudi ojek online menggeruduk ojek pangkalan di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Selasa (23/1) malam. Mereka bergerombol mencari para tukang ojek pangkalan.

Diduga terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan. Kedatangan mereka untuk mencari apakah benar ada korban dari perselisihan ojek online dan pangkalan.

"Sumber permasalahan karena desas desus bahwa ada pengemudi ojek online yang dipukuli oleh ojek pangkalan," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana, Selasa (23/1).

Para ojek online itu ramai berdatangan ke UI sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka berkumpul di bundaran Psikologi UI. Namun setelah ditelusuri ternyata tidak ada korban.

"Hanya kesalahpahaman antara keduanya. Setelah ditelusuri ternyata tidak ada korban pemukulan," paparnya.

Jumlah pengemudi ojek online yang datang mencapai 500 orang. Mereka berdatangan secara spontan dari pesan berantai yang diterima. Tiba di UI, mereka pun ditertibkan oleh keamanan kampus.

"Massa ojek online sudah diarahkan untuk membubarkan diri. Mereka sudah meninggalkan area kampus UI menuju keatas fly over UI," ucapnya.

Rekomendasi