Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 1.771 Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan 1.000 Program Kleuarga Harapan (PKH) saat mengunjungi Kota Banjar, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Jokowi didampingi oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih dan sejumlah pejabat lainnya.
"Hari ini dibagikan Kartu Indonesia Pintar sebanyak 1.771, semuanya diangkat biar kelihatan semuanya 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 1.771 sudah betul. Kemudian ibu-ibu penerima PKH tolong diangkat kartunya ada 1.000 tidak? Kalau enggak dihitung nanti keliru kan," ujar Jokowi di Taman Kota Lapang Bakti, Banjar, Jawa Barat, Selasa (16/1).
"Jadi anak-anak semua tahu ya yang ada di Kartu Indonesia Pintar itu ada dananya, SD tahu? Ada Rp 450.000, SMP Rp 750.000 dan SMA, SMK, Kejar Paket dapat Rp1 juta," sambungnya.
Dalam 1.771 penerima KIP terbagi menjadi, 653 pelajar SD, 555 pelajar SMP, 119 pelajar SMA, 297 pelajar SMK dan 147 dari kejar paket A, B dan C.
"Untuk SMA/SMK Rp 1 juta cukup tidak di Banjar? Ndak? mana yang tadi bilang ndak? Rp 1 juta tidak cukup ayo maju? Cukup ya bu wali?" tambahnya.
Ia mengingatkan agar dana yang terdapat di dalam kartu digunakan untuk kebutuhan pendidikan, tidak yang lain.
"Beli pulsa boleh ndak? Siapa yang tadi bilang boleh? Sini maju. Tidak boleh untuk beli pulsa, kalau ada yang ketahuan beli pulsa, kartunya dicabut, janjian ya? Jadi hanya dipakai untuk hal-hal berkaitan dengan sekolah dan pendidikan kita," tegasnya.
Sementara itu, bagi 1.000 ibu-ibu penerima PKH, Jokowi berpesan agar total dana senilai Rp 1,89 juta per tahun digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun gizi anak-anak.
"Penerima PKH tahun 2017 sudah diambil semua? Tidak ada sisanya? Ada kan. Uangnya jangan dipakai semuanya, kalau sisa juga ada di tabungan Rp 1,89 juta betul? Dipakai untuk anak-anak kita dalam menempuh pendidikan, untuk gizi anak-anak," tegasnya.
Ia kembali mengingatkan agar para ibu menolak permintaan suami yang hendak membeli rokok dari duti di dalam kartu PKH.
"Suami minta buat beli rokok boleh tidak? Tidak? Masa suami minta tidak boleh, nanti dikatakan tidak cinta suami. Tapi memang tidak boleh, diberitahu suaminya 'Pak anggaran ini hanya untuk anak-anak kita untuk sekolah, pendidikan anak-anak kita, untuk beli bahan-bahan bergizi anak-anak kita, kalau beli rokok silakan cari sendiri, diberitahu seperti itu, jangan dibentak-bentak, nanti dimarahi Pak Presiden," ungkap Jokowi yang disambut gelak tawa dari ibu-ibu.
Anggaran PKH juga sudah mulai bisa dicairkan per 1 Februari 2018 sebesar Rp 500.000.
"Tadi disampaikan Bu Mensos, mulai Februari anggaran PKH Februari bisa diambil sebesar Rp 500.000, mau diambil semuanya? Ibu-ibu ini semangat kalau mau cair aduh ibu-ibu. Tahun ini dapat Rp 1,89 juta, doakan kalau tahun depan anggaran berlebih akan ditingkatkan lagi, setuju gak? Amin," ungkapnya.
Seperti biasa, dalam kunjungan kerjanya di daerah tidak lupa Jokowi membagi-bagikan sepeda buat mereka yang bisa menjawab pertanyaan.
Sepeda pertama diberikan kepada Marsya dari SD 1 Banjar yang dapat melafalkan Pancasila dengan tepat. Selanjutnya ada Sumiati dari desa Waringin Sari yang juga bisa menyebutkan Pancasila dan terakhir kepada Yuliani Melinia dari SMKN 1 Banjar yang bisa menyebut 7 nama pulau di Indonesia.
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengakui kemiskinan menjadi masalah di Jabar.
"Data BPS per September 2017 menunjukkan penduduk miskin dengan pengeluaran per kapita di bawah garis kemiskinan ada 394 ribu jiwa menurun dari tadinya 8,71 persen pada maret 2017 menjadi 7,83 persen pada September 2017, ini penuruan terbesar sepanjang saya jadi gubernur selama 10 tahun," kata Aher.
"Rata-rata lama sekolah di kabupaten 7,22 tahun sedangkan di perkotaan 9,92 tahun. Angka partisipasi kasar sekolah menengah pada 2012 mencapai 67,56 persen dan 2016 di 72,62 persen," tutup Aher, seperti dilansir Antara.