Bersama anjing pelacak, polisi mulai Olah TKP di Gedung BEI

Sekitar Senin siang kemarin (15/1) mezanin Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol. Robohnya bangunan itu membuat 72 orang luka luka dan di evakuasi ke sejumlah rumah sakit.

Muhammad Genantan Saputra
Bersama anjing pelacak, polisi mulai Olah TKP di Gedung BEI
Polisi olah TKP di BEI. ©2018 Merdeka.com

Pasca ambrolnya mezanin gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) aktivitas di kantor BEI berjalan normal. Lalu lalang karyawan yang bekerja pun nampak beraktivitas seperti biasa.

Pantauan merdeka.com, pintu masuk tower dua dialihkan ke tower satu. Dari luar gedung, pengamanan ketat dari kepolisian juga terlihat, ditambah sejumlah personel yang membawa anjing pelacak. Persis di samping gedung, dua mobil pemadam kebakaran juga nampak bersiaga.

Tim gabungan Puslabfor Mabes Polri dan penyidik Polda Metro Jaya juga mulai masuk untuk melakukan olah TKP. Untuk saat ini pun, awak media tak diperkenankan meliput ke dalam gedung mengingat konstruksi bangunan yang masih tahap pemulihan.

Sekitar Senin siang kemarin (15/1) mezanin Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol. Robohnya bangunan itu membuat 72 orang luka luka dan di evakuasi ke sejumlah rumah sakit.

Belum diketahui penyebab robohnya mezanin tersebut. Dari ungkapan pengelola gedung Farida Bey, bangunan yang berdiri selama 20 tahun itu rutin dilakukan cek berkala. Pengecekan terakhir pada bulan Mei 2017 lalu.

Farida menampik ambrolnya bangunan itu akibat kelebihan beban. Seperti yang terekam pada kamera CCTV, yakni memperlihatkan adanya mahasiswa berseragam biru memadati lantai tersebut.

"Kita nggak bisa ngomong, masih diselidiki karena itu juga kan sering dilewati pengunjung," katanya.

Rekomendasi