Ibu kandung bocah tewas dianiaya ayah tirinya ditetapkan sebagai tersangka

Ibu kandung bocah tewas dianiaya ayah tirinya ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil olah TKP jelang tengah hari tadi, penyidik mengantongi cukup bukti untuk menjerat sang ibu sebagai tersangka. Dengan begitu, kematian bocah Hs, menjerat 2 tersangka.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Ibu kandung bocah tewas dianiaya ayah tirinya ditetapkan sebagai tersangka
Ibu kandung tersangka penganiaya anak. ©2018 Merdeka.com

Risnawati (28), ibu kandung bocah 10 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur, Hs, yang tewas diduga dianiaya ayah tirinya, Rahmatullah (31), sore ini akhirnya ditetapkan tersangka. Risna kini mendekam di sel tahanan Polsekta Sungai Kunjang.

Dari hasil olah TKP jelang tengah hari tadi, penyidik mengantongi cukup bukti untuk menjerat sang ibu sebagai tersangka. Dengan begitu, kematian bocah Hs, menjerat 2 tersangka.

"Dari hasil olah TKP hari ini, kita temukan alat bukti baru, dan ibu kandung korban juga kita tetapkan tersangka," kata Kapolsekta Sungai Kunjang Kompol Apri Fajar Hermanto, dalam keterangan di kantornya, Selasa (2/1).

Apri menjelaskan, hasil olah TKP selain menemukan pakaian korban juga ditemukan gunting dan tali. "Peran si ibu ini, menyuruh kakak kandung korban, membeli gunting, tali rafia, dan juga lakban untuk mengikat korban (sebelum akhirnya tewas)," ujar Apri.

Menurut dia, tersangka Risnawati diduga melakukan pembiaran anaknya dianiaya oleh Rahmatullah, dalam kondisi terikat. "Tersangka mengikat korban karena kesal (anaknya nakal). Kami terapkan pasal 76 huruf c dari Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak," ungkap Apri.

Ditanya lebih jauh, apakah Risnawati juga ikut menganiaya anaknya sendiri, sejauh ini dugaan itu belum bisa dibuktikan. "Tidak, sementara ini keterangannya, dia (Risnawati) tidak turut melakukan penganiayaan itu. Rencana kita akan bongkar makam korban untuk autopsi," jelas Apri.

Risnawati ditemui merdeka.com di Mapolsekta Sungai Kunjang mengaku tidak tahu soal penganiayaan itu. "Saya tidak tahu soal penganiayaan itu. Mungkin sudah takdirnya meninggal," kata Risnawati.

Diketahui, Rahmatullah diciduk polisi, Sabtu (30/12) malam, usai dilaporkan warga yang curiga bocah Hs, meninggal tak wajar akibat dianiaya. Di hadapan polisi Rahmatullah mengaku menganiaya Hs karena kesal.

"Anak saya itu, sering pulang larut, kadang subuh. Dicurigai juga sering curi uang tetangga," kata Rahmat kepada merdeka.com, Minggu (31/12).

Rekomendasi