Otak pembunuh sales buku diringkus saat hendak akan dinikahkan

Otak pembunuh sales buku diringkus saat hendak akan dinikahkan. Pelaku Tio ditangkap saat sedang menunggu orang tuanya datang dari Baturaja yang akan menikahkan tersangka dengan wanita di Pulau Jawa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Otak pembunuh sales buku diringkus saat hendak akan dinikahkan
Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Jajaran Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan menangkap otak pelaku pembunuh sales buku kaligrafi yakni tersangka Wohnitio alias Tio (19). Pelaku dibekuk di Mall Serpong Tangerang, Banten, Kamis (28/12) malam lalu.

"Satu lagi komplotan sekaligus otak pelaku pembunuhan korban Ibrahim (27) di Karangsari Desa Tanjungbaru Kecamatan Baturaja Timur yang terjadi Sabtu (23/12) pukul 01.00 WIB," kata Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) AKBP NK Widayana Sulandari didampingi, Kasat Reskrim AKP Alex Andrian di Baturaja, Sabtu (30/12).

Menurut dia, pelaku Tio ditangkap saat sedang menunggu orang tuanya datang dari Baturaja yang akan menikahkan tersangka dengan wanita di Pulau Jawa. "Bahkan orang tua pelaku sudah menyiapkan berkas-berkas dengan identitas palsu untuk mendukung kelancaran proses pernikahan Tio," kata dia, seperti dilansir Antara.

Widayana mengungkapkan, sebelumnya polisi juga sudah meringkus lima pelaku lainnya sebelumnya yang terlibat kasus pembunuhan tersebut. Enam pelaku lainnya yang menghabisi nyawa Ibrahim yaitu tersangka Ario, Yoga Pratama Ardi, Rian dan Yoga Diansyah selaku eksekutor ditangkap sembilan jam setelah kejadian.

Di hadapan polisi pemeriksanya terungkap Tio berperan sebagai otak pelaku pembunuhan terhadap Ibrahim. Pelaku saat itu menerobos masuk ke dalam rumah dan mencari harta benda barang berharga termasuk mengambil kunci mobil Suzuki APV nopol AB 1035 VO milik korban.

"Tiba-tiba korban Ibrahim terbangun dan langsung dieksekusi oleh tersangka Tio dengan menggunakan senjata tajam dua kali di leher tembus bagian kiri dan kanan, kemudian ditusuk juga oleh Ardi," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembantaian yang dilakukan komplotan penjahat yang masih berusia muda ini memang tergolong sadis, Ibrahim korban meninggal dunia menderita luka tusuk di bagian leher hingga tembus dari kiri ke kanan.

Kemudian ditusuk di dada kiri, perut kiri ditusuk dengan pisau hingga ususnya terburai, pinggang kanan juga ditusuk hingga Ibrahim tewas di TKP, sedangkan korban Romadon yang tinggal satu rumah berhasil meloloskan diri berteriak minta tolong.

Setelah Romadon berhasil mencari bantuan, akhirnya para pelaku kabur namun sempat merencanakan bahkan akan membakar korban.

"Indikasi ini terlihat dari bensin di dalam botol air mineral yang sudah disiapkan. Beruntung korban Romadon berhasil mencari bantuan dan warga berdatangan sehingga rencana membakar itu batal," katanya.

Rekomendasi