Novel Baswedan maafkan pelaku yang menyiram air keras

Novel Baswedan maafkan pelaku yang menyiram air keras. Novel menceritakan, pada Rabu (6/12) lalu baru saja menjalani operasi tambahan pada tahap ke-2. Dan dia berharap untuk bisa dilancarkan pada operasi selanjutnya yang akan dilakukan minggu depan.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Novel Baswedan maafkan pelaku yang menyiram air keras
novel baswedan lakukan teleconference. ©2017 Merdeka.com/intan umbari

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melakukan video teleconference dengan para peserta sarasehan pustaka buku 'Biarlah Malaikat yang Menjaga Saya' di Gedung KPK, Rabu (13/12). Novel Baswedan saat ini sedang berada di Singapura untuk menjalani pengobatan pasca kejadian penyiraman air keras pada Selasa (11/4) lalu.Novel menceritakan, pada Rabu (6/12) lalu baru saja menjalani operasi tambahan pada tahap ke-2. Dan dia berharap untuk bisa dilancarkan pada operasi selanjutnya yang akan dilakukan minggu depan."Alhamdulillah Rabu minggu lalu saya operasi tambahan agar bisa operasi tahap 2, semoga 2-3 minggu ke depan bisa operasi lagi," kata Novel Baswedan saat video teleconference dihadapan para peserta di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).Dia mengatakan, ada hikmah di balik kejadian yang dialaminya. Salah satunya yaitu apa yang dilakukan kadang kala berbeda pendapat dengan orang lain."Pada dasarnya kita harus. Sadar apapun yang kita lakukan, kadang direspon baik kadang tidak baik. Tapi kalau kita ikhlas kita akan jadi lebih baik," ungkap Novel Baswedan.Dia juga mengatakan, kejadian yang dialami hingga hampir merenggut nyawanya adalah sebuah perjuangan dan pengorbanan. Dan dia juga mengingatkan, untuk mengerjakan sesuatu tanpa kenal lelah. Novel juga mengatakan kejadian ini adalah suatu bentuk rasa sayang pencipta kepadanya."Tapi kalau kita ikhlas. Niat karena Allah. Maka kita tidak perlu risau,khawatir. Kita harus sadar segala sesuatu terjadi karena Allah. Bukan karena penyerang hebat, karena kehendak Allah," kata Novel.Memaafkan pelaku penyiraman air kerasNovel sudah memaafkan pelaku yang menyiramnya dengan air keras. Dia mengatakan, ingin fokus apa yang selanjutnya dilakukan nanti."Kenapa saya memafkan? Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi maaf. Saya ingin fokus pada apa yang saya lakukan nanti. Kalau saya tidak mau move on, hanya berkutat pada menuntut, membalas, itu nggak menguntungkan. Jadi kalau saya memaafkan, saya jadi berbuat baik," ungkap Novel Baswedan.Novel juga menceritakan mengapa berani dan menyiapkan badannya untuk bisa memberantas korupsi. Dia menjelaskan dalam Alquran disampaikan takutlah kamu kepada Allah SWT, dan yakin kepada Agama. "Kita aplikasikan di lapangan ketika bekerja. Karen jika kita yakin ada balasan kebaikan dari kita, pasti ada kebaikan untuk kita. Dan risiko-risiko itu, maka kita tetap akan berani megambil risiko itu," kata Novel.Walaupun sering diserang dan diancam, Novel mengakui tidak merespon dengan negatif. Dia merespon dengan positif."Kalau kita respon baik, maka jadinya baik kuga. Oleh karena itu kita harus memasang keberanian. Kalau semua dari Allah tidak ada alasan tidak berani," ungkap Novel.

Rekomendasi