Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang Yerusalem dipastikan akan berdampak kepada ekonomi dunia termasuk Indonesia. Karena ini harus diambil sebuah sikap guna mewaspadai timbulnya pengaruh eksternal bagi ekonomi nasional.Pakar Ekonomi Raden Pardede mengatakan, pernyataan Trump dapat berimbas terhadap situasi politik dan ekonomi di Asia, khususnya Asia Tengah dan Asia Timur. Tentu negera-negara Timur Tengah tidak akan tinggal diam dengan kondisi sekarang ini. "Trump itu bisa menjadi sumber volatilitas, contohnya yang terjadi di Timur Tengah. Apa yang akan terjadi nantinya. Ke arah mana nanti? Nggak tahu, bagaimana kalau tiba-tiba Timur Tengah melakukan tindakan seperti dahulu. Misalkan minyak jadi naik tinggi?" kata Raden Pardede dalam Diskusi Outlook Stabilitas Sistem Keuangan 2018 di Hotel Atria Kota Malang, Senin (11/12).Jika harga minyak naik akibat reaksi negara-negara Timur Tengah, maka dipastikan akan berdampak pada dunia, termasuk Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan pengimport minyak, yang secara ekonomi akan berdampak pada situasi politik dan ekonomi dalam negeri. "Persoalannya juga termasuk buat Indonesia. Indonesia juga importir minyak kan. Jadi pengaruhnya ke kita berat. Pada saat yang sama, kalau kita tidak bisa menyesuaikan harga di dalam negeri dengan BBM dinaikkan, protes. Kan tambah sulit," tambahnya. Raden Pardede juga melihat kemungkinan terjadinya krisis politik lebih lanjut yang bergeser ke Korea. Jika terjadi, tidak bisa dipungkiri negara-negara di Asia akan mengambil sikap. "Demikian juga seandainya terjadi perang di Korea, kita tidak pernah tahu, tapi kalau benar itu terjadi apa China tinggal diam? We don't know? Kalau China tinggal diam, kemudian Jepang ikut kan perekonomian kita juga akan kena," tegasnya. Kata Pardede, ketergantungan Indonesia terhadap China dan Jepang lumayan tinggi. Bahkan ketergantungan Indonesia sendiri lebih tinggi ke Asia dibandingkan ke Amerika Serikat. "Jadi bukan ke Amerika-nya bergantung, tetapi kepada China dan Jepang sebagai importir dari barang-barang kita," terangnya. Sikap Menteri Keuangan Sri Mulyani agar hati-hati dan waspada terhadap guncangan ekonomi dari luar dinilai sudah sangat tepat. Karena indikator lokal semuanya dinilai cukup kuat, dengan target pertumbuhan sekitar 5,2-5,4 persen."Jadi stabilitas itu menjadi kata kunci sekarang ini. Bagaimana kita tumbuh 5,4 persen tetapi kita bisa tetap stabil, itu kuncinya," tegasnya. Kondisi dalam negeri tidak terlihat adanya guncangan signifikan, dan relatif dapat diatasi. Meskipun ada risiko-risiko yang harus dihadapi memang seharusnya terjadi. "Yang sulit adalah kalau ada risiko dari luar negeri. Itu kan di luar kontrol kita. Karena itu kalau ada risiko ancaman luar negeri, respon kita yang harus cepat. Bersamaan harus segera memistigasi risiko itu sekecil apapun," jelasnya.
Pernyataan Donald Trump dinilai bisa buat harga minyak naik tinggi
Pernyataan Donald Trump dinilai bisa buat harga minyak naik tinggi. Pakar Ekonomi Raden Pardede mengatakan, pernyataan Trump dapat berimbas terhadap situasi politik dan ekonomi di Asia, khususnya Asia Tengah dan Asia Timur. Tentu negera-negara Timur Tengah tidak akan tinggal diam dengan kondisi sekarang ini.
Rekomendasi