Harga elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Bandung Barat kian melambung. Keberadaannya pun sulit didapat sejak tiga pekan terakhir.
Salah seorang pedagang eceran gas elpiji di Kampung Cibodas, Desa Cikahuripan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Agus Sungkawa (57) menyebut sulit mendapat pasokan gas.
Saat ini, 25 tabung gas yang dijualnya masih kosong. Jika ia ingin mendapat pasokan, harus mencarinya hingga ke luar daerah.
"Kalau di sekitar sini enggak ada, saya harus cari ke daerah Cimahi, Bandung hingga Subang pakai mobil. Saya terpaksa jual lebih mahal dan masyarakat bakal tetap mencarinya karena sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat," ujarnya saat ditemui, Sabtu (9/12).
Selain di Cibodas, kelangkaan elpiji 3 kg juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lainnya. Di perbatasan Bandung Barat dengan Kota Bandung, warga sekitar harus mencari ke tiap warung yang masih menyediakan stok elpiji 3 kg.
"Di warung yang masih tersedia elpiji 3 kg, gas dijual dengan harga Rp 28.000/tabung. Tapi itu pun jarang ada yang jualan, hanya di beberapa warung saja, stoknya pun sangat terbatas," kata Kepala Desa Gudang Kahuripan, Agus Karyana.
Dia berharap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tiap-tiap desa bisa mengelola pemasaran dan pendistribusian elpiji 3 kg dengan mendirikan sub agen atau pangkalan agar bisa mengontrol harga.
Nasib berbeda berbeda disampaikan Rosidin (65). Penjual di tingkat eceran daerah lembang ini menyatakan bahwa pasokan elpiji masih aman dan terkendali.
"Kiriman masih datang 280 tabung gas elpiji dari agen di luar daerah seminggu sekali. Dari tingkat pangkalan, kata dia, pertabungnya dijual dengan harga Rp 16.600. Saya jual masih dalam taraf normal Rp 20.000," katanya.