Banjir bandang dan longsor terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan. Warga terisolir karena akses jalan tertutup material longsor.
Banjir bandang terjadi Desa Ujan Mas, Kecamatan Sungai Are, OKUS, Kamis (7/12) pukul 16.00 WIB. Hal itu disebabkan gorong-gorong tersumbat sehingga tak mampu menampung debit air hujan dan meluap sampai ke rumah warga.
Dalam waktu bersamaan, beberapa longsor juga terjadi desa itu. Longsor sepanjang sepuluh meter dan tinggi satu meter menutupi jalan yang menghubungkan Desa Ujan Mas dan Desa SP Luas.
Kemudian, tanah longsor juga terjadi di tiga titik di antara Desa Ujan Mas dan Sadau Jaya. Timbunan material longsor menutupi jalan mulai dari 30 meter sampai 100 meter.
Akibatnya, warga Ujan Mas dan Desa Sadau Jaya yang berpenduduk 4.500 jiwa terisolir. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel melalui Humas BPBD, Ansori mengungkapkan, banjir bandang tersebut terjadi begitu cepat. Kecepatan air ditambah material kayu tak seperti biasanya sehingga masuk ke perkampungan.
"Banjir bandang itu awalnya karena gorong-gorong tersumbat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ungkap Ansori, Jumat (8/12).
Menurutnya, kondisi di lapangan terakhir sudah berangsur normal. Warga dan petugas membersihkan jalan dari timbunan longsor dan banjir bandang.
"Sejauh ini kendaraan roda empat belum bisa melintas, tapi diusahakan secepatnya stabil agar warga tak lagi terisolir," ucapnya.