Terdakwa korupsi proyek e-KTP, Andi Agustinus mengaku sejatinya tidak ingin membelikan jam tangan mewah untuk Setya Novanto. Pembelian jam tangan untuk Ketua DPR itu hanya karena telah mempermudah proses anggaran di DPR.Hal ini dia sampaikan saat ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar meminta penegasan kembali latar belakang Andi dan Johannes Marliem membeli jam tangan senilai Rp 1,3 miliar itu."Seandainya tidak ada proyek e-KTP, apakah anda mau membelikan Setya Novanto jam tangan semahal itu?" tanya Jhon, Kamis (30/11)."Tidak yang mulia," jawab Andi."Bagi saya yang miskin harga jam tangan segitu mahal sekali, Gokil," kelakar Jhon.Diketahui, terkait proyek e-KTP terkuak Andi bersama Johannes Marliem patungan membeli jam tangan saat keduanya berada di California. "Pernah anda memberikan sesuatu kepada Setya Novanto dalam menggolkan e-KTP?" tanya Basir kepada Andi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (30/11)."Pernah. Tapi bukan dalam hal untuk menggolkan karena itu (pemberian jam tangan) setelah proyek," ujar Andi."Jadi anda berikan jam tangan setelah proyek selesai sebagai ucapan terima kasih. Begitu?" konfirmasi Basir."Betul," ungkapnya.Diakui Andi, jam tangan tersebut dibelinya saat sedang berada di California bersama Johannes Marliem. Keduanya patungan membeli jam tangan tersebut seharga Rp 1,3 miliar. Setibanya di Indonesia, jam tangan tersebut langsung diberikan Andi kepada ketua umum non aktif Golkar itu.Perbincangan adanya pemberian jam tangan mahal kepada Setya Novanto mencuat saat ada pernyataan agen FBI, Jonathan Holden terkait penyelidikan terhadap Johannes Marliem. Menurut Holden, terdapat pembelian jam tangan seharga USD 135.000 di Beverly Hills yang mana jam tersebut akan diberikan Setya Novanto.
Jika tak ada proyek e-KTP, Andi Narogong enggan beli jam tangan mewah untuk Setnov
Hal ini dia sampaikan saat ketua majelis hakim Jhon Halasan Butarbutar meminta penegasan kembali latar belakang Andi dan Johannes Marliem membeli jam tangan senilai Rp 1,3 miliar itu.
Advertisement
Rekomendasi