Dalam The Furute Talks, Gilang yakini siswa musik bisa menghidupi dan jadi masa depan

musik memiliki kekuatan dan membuat kita ke arah positif. Misalnya, menghidupi dan menjadi masa depan. Karenanya, dia mengambil tajuk 'The Power of Music'

Endang Saputra
Oleh Endang Saputra - Reporter
Dalam The Furute Talks, Gilang yakini siswa musik bisa menghidupi dan jadi masa depan
The Future Talks di SMAN 91 Jakarta Timur. ©2017 Merdeka.com

Radio dan music consultant Gilang AR berbagi pengalaman dengan sekitar 216 siswa kelas XII SMAN 91 Jakarta Timur tentang aktivitas yang dilakoninya di industri musik sela 'The Future Talks', Selasa (28/11).Katanya, musik memiliki kekuatan dan membuat kita ke arah positif. Misalnya, menghidupi dan menjadi masa depan. Karenanya, dia mengambil tajuk 'The Power of Music'."Jadi penjelasannya adalah musik itu perjalanan hidup kita," ujarnya usai mengisi acara yang diadakan Universitas Gunadarma (UG) dan berkolaborasi dengan KapanLagi Network (KLN).Gilang memulai karirnya di industri musik, khususnya radio, sejak 2000 silam. Selama 15 tahun bekerja, berbagai posisi pernah dirasakannya. Mulai dari penyiar hingga direktur.

The Future Talks di SMAN 91 Jakarta Timur ©2017 Merdeka.com


"Duka dunia musik itu adalah perjuangannya. Suka tantangan, suka perjuangan. Saya suka banget bisa membantu musisi di musik. Dukanya, saya sedih kalau musisi tidak ada yang sukses," kata dia.Gilang pun mendorong agar para siswa menggeluti dunia musik, bila memang memiliki pasion. "Insya Allah bisa dijalanin kok, karena musik itu bisa menjadi kekuatan kita, kok," ucapnya.Dia mendorong demikian, karena menilai banyak siswa SMAN 91 memiliki suara bagus dan berkarakter. "Kalau dia bisa terjun dalam industri, saya siap membantu untuk mereka," janjinya.Menurut Gilang, para siswa harus percaya diri, yakin dengan kemampuan, dan mencintai pekerjaan. Kemudian, tak masuk ke lingkungan yang negatif.


The Future Talks di SMAN 91 Jakarta Timur ©2017 Merdeka.com

"Kita harus bisa membahagiakan orang lain, terus harus bisa bikin sesuatu jadi satu kebanggaan," ujarnya.Dia menyarankan demikian, lantaran dirinya menilai generasi muda sekarang cenderung apatis dengan lingkungan sekitar dan lebih fokus terhadap 'dunianya sendiri'."Harus kita coba untuk rangkul mereka untuk bisa sosialisasi. Hidup mereka bukan gawai doang, mereka sosialisasi berkembang, berkomunikasi jalanin baik dan benar," inginnya.Gilang pun mengapresiasi The Future Talks. Dasarnya, penting bagi para siswa yang masih bingung meraih masa depan dan cita-cita ke depannya. Sehingga, kegiatan tersebut bisa menjadi inspirasi."Biar mereka tahu, oh, pekerjaannya seperti ini. Ternyata, untuk pekerjaan mereka belum tahu, akhirnya mereka tahu dengan adanya The Future Talks," ucapnya.Wakil Kepala Sekolah bidang Sarpras SMAN 91 Jaktim Sri Puji Astuti, juga menyatakan hal sama. Menurutnya, diharapkan wawasan siswa kian bertambah usai mengikuti The Future Talks."Terutama dari narasumber tentang musik, ternyata dari situ, tergali bakat-bakat siswa-siswi. Kita juga baru tahu, ternyata siswa-siswi kita mempunyai talenta dan karakternya," ujarnya.Melalui acara tersebut, SMAN 91 pun berharap siswa-siswanya kian kreatif. Apalagi, para pelajar selalu bersemangat. Sehingga, nantinya diinginkan ada peningkatan prestasi.Sejauh ini, sudah ada beberapa prestasi yang diukir. Di antaranya, peringkat 20 NEM ujian se-DKI dari 114 sekolah, juara 1 matematika rekayasa se-DKI, juara 1 pelajaran sosiologi."Terus, hampir setiap bulan di upacara siswa selalu membawa piala juara game DKI Jakarta Timur juara 1 taekwondo, kempo ada, jadi atlet juga," bebernya.Di sisi lain, kata Sri, SMAN 91 saban tahun menggelar Carrier Day melalui Sanggar MGBK di Balai Kartini. Kemudian, bakal mengundang perguruan tinggi swasta/negeri di Jakarta untuk menjadi narasumber dengan peserta orang tua siswa.

Rekomendasi