Angkasa Pura I sebagai otoritas pengelola bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah mengambil tindakan menutup aktivitas penerbangan sebagai dampak dari erupsi Gunung Agung. Otomatis, sebanyak 445 penerbangan tertunda.
Angkasa Pura I mulai menyiapkan sejumlah bus untuk mengantar langsung calon penumpang menuju bandara terdekat. Ada 2 bus dengan total 135 penumpang menuju terminal Mengwi. Satu unit mobil berisi 4 penumpang menuju Padang Bay, serta 14 penumpang registrasi menuju Surabaya.
Tidak hanya itu, pihak pengelola bandara juga menyiapkan penukaran tiket dan informasi lainnya yang dibutuhkan calon penumpang.
"Pusat informasi terus kita siagakan memberikan layanan refund dan reschedule tiket, counter khusus konsulat untuk melayani kebutuhan warga negaranya masing-masing," tutur Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Israwadi, Senin (27/11).
Ada cara lain yang dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan calon penumpang yang memilih menunggu di Bandara. Pihak Angkasa Pura I memberikan hiburan berupa musik dan tarian tradisional Bali serta layanan tambahan berupa minuman dan makanan ringan.
Selain menyiagakan bus bagi penumpang terdampak untuk melakukan alih moda transportasi menuju daerah tujuan, pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali juga menyediakan bus di area kedatangan internasional untuk membawa penumpang kembali ke hotel.
Pantauan di lokasi bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kepadatan penumpang terjadi sejak pagi hari baik di terminal Internasional maupun Domestik. Mereka yang harusnya berangkat pagi hari ini tidak mengetahui adanya informasi penutupan bandara hingga besok, Selasa (28/11).
Penumpukan calon penumpang diprediksi terus bertambah berdatangan ke Bandara lantaran lambatnya informasi yang disampaikan oleh masing-masing Ariline kepada calon penumpang.