Pemerintah Kabupaten Purwakarta memiliki banyak program 'unik' yang dirancang untuk mensejahterakan warganya. Program-program tersebut saat ini sudah berjalan dan bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh warga yang kurang mampu di Purwakarta.Uniknya program untuk mensejahterakan warga yang kurang mampu itu dirancang juga membangkitkan semangat saling membantu warga. Jadi warga yang mampu memberikan sebagian rizkinya kepada warga kurang mampu. Apa saja program unik yang juga bersumber dari kearifan lokal itu?Program pertama adalah perelek. Meski bukan merupakan daerah rawan pangan, namun beragam upaya dilakukan Pemkab Purwakarta untuk mengantisipasi bila terjadi kesulitan bagi warganya. Program Perelek di dalamnya terdapat subsidi silang antar warga yang mampu dengan kurang mampu.Menurut Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, program itu dilakukan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Purwakarta dengan menyisihkan beras 1/4 gelas per hari atau sekitar satu liter per minggu. Beras yang disisihkan nantinya akan diambil oleh para ketua RT atau linmas. Selanjutnya para pengepul beras akan melaporkan hal tersebut melalui program E-Pabeasan yang terpusat pada website Pemkab Purwakarta."Melalui E-Pabeasan bisa terlihat mana daerah yang minim memberikan beras. Kemungkinan di situ ada yang membutuhkan subsidi beras. Nanti dicek dan beras yang terkumpul disalurkan ke sana," kata Bupati Dedi.Jika nantinya kebutuhan masyarakat terhadap beras sudah terpenuhi maka beras yang dikumpulkan akan dijual. Sementara hasil penjualan beras tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan seperti kelengkapan pos RW, pos ronda, atau pun aset lainnya."Atau kita juga bisa memberikan pada masyarakat di luar Purwakarta. Bisa itu karena mereka kekurangan beras atau pun masyarakat yang terkena musibah," ujar Dedi.
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat meninjau pengumpulan beras di SMPN 5 Purwakarta ©2017 Merdeka.com
Dalam kehidupan masyarakat Sunda, perelek merupakan kegiatan mengumpulkan beras yang dilakukan oleh masyarakat di setiap rumah dengan menggunakan tempat penampungan tertentu. Nantinya beras tersebut dikumpulkan untuk kegiatan masak saat ronda, hajatan, atau pun orang meninggal.Perelek sendiri biasa digunakan sebagai bahasa kiasan saat seseorang menuangkan beras dalam tempat untuk menampungnya. Saat memasukkan beras ke dalam tempat penampungan yang biasa terbuat dari bambu itu biasa terdengar suara 'plerek plerek plerek' sehingga disebut beras perelek.Saat ini tradisi Perelek akan digalakan kembali dengan keluarnya instruksi dari Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, agar masyarakat bisa menyisihkan beras demi membantu masyarakat lainnya yang bukan hanya berada dalam satu lingkungan. Sementara E-Pabeasan dalam bahasa Indonesia berarti sebuah sistem elektronik yang memampangkan data mengenai ketersediaan beras yang diambil dari kegiatan perelek. Secara terpisah pabeasan sendiri berarti perberasan dalam bahasa Indonesia. Program kedua adalah Keluarga Angkat. Program ini memiliki skema berupa bantuan dari keluarga mampu kepada keluarga yang tidak mampu. Adapun bantuan yang diberikan menurutnya dapat berupa beras sebanyak 10 liter setiap bulan."Setiap kecamatan harus memiliki desa percontohan. Kalau setiap bulan kita kawal pelaksanaannya di 40 Desa, maka setelah tiga bulan, seluruh desa dapat melaksanakan program ini. Teknisnya, bagi pegawai, TNI, Polri atau masyarakat yang dinilai sudah mampu, bisa menyumbangkan beras sebanyak 10 liter untuk keluarga tidak mampu setiap bulannya," jelas Bupati Dedi.Program ketiga sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat yang digulirkan Pemkab Purwakarta adalah menggulirkan pengembangan ekonomi masyarakat. Bupati Dedi menyebut program ini dengan sebutan Saku yang merupakan kepanjangan dari 'Satu Keluarga Satu Usaha.'Teknis dari program Saku adalah dengan diberlakukan bentuk bantuan modal usaha yang anggarannya dapat dicairkan melalui Bantuan Keuangan Desa. "Itu bisa berbagai macam usaha, mau warung kecil, pertanian, peternakan. Kita kontrol dan berikan target pengembangan usaha, lalu kita berikan bantuan modal," ujar politisi Partai Golkar ini.Program berikutnya dirancang Bupati Dedi adalah Hari Welas Asih. Dedi Mulyadi telah menetapkan setiap hari Kamis sebagai Hari Welas Asih bentuk membangun empati pelajar.
Bupati Dedi Mulyadi ngencleng ©2017 Merdeka.com
Setiap Hari Kamis, pelajar SMPN se Purwakarta secara serentak membawa satu gelas berisi beras. Beras itu langsung dikumpulkan oleh sekolah untuk dibagikan kepada keluarga kurang mampu di sekitar sekolah."Kita tetapkan hari Kamis sebagai Hari Welas Asih atau kasih sayang. Di mana masyarakat, pegawai, terutama pelajar membawa satu gelas beras dikumpulkan dan diberikan kepada warga kurang mampu," ungkap Dedi ketika meninjau pengumpulan beras di SMPN 5 Purwakarta beberapa waktu lalu.Dedi menambahkan bahwa Hari Welas Asih ini ditetapkan bagian dari membangun rasa empati kepada sesama. Terlebih hari ini sifat individualistis terutama dalam kalangan pelajar mulai terlihat."Membangun empati sesama terutama di kalangan pelajar terlebih untuk menekan sikap individualistis. Atau apatis pelajar terhadap lingkungannya," tambahnya.
Pengumpulan beras di Hari Welas Asih menurut Dedi, merupakan program jangka panjang dan akan terus berkesinambungan. Bahkan imbauan tersebut bukan hanya sekolah di bawah kewenangan Pemkab Purwakarta, untuk sekolah menengah atas merupakan kewenangan Provinsi."Untuk menebar kasih sayang. Karena kasih sayang tidak berdasarkan tingkatan ataupun kewenangan karena mampu menembus ruang dan batas," tuturnya.
Advertisement
Program bedah rumah dari Program Kemis Welas Asih di Purwakarta ©2017 Merdeka.com
Bahkan dari program ini, sekolah dasar (SD) bisa merenovasi rumah warga yang sudah tidak layak huni. Program ini sesuai harapan mampu membentuk karakter 'Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh' para pelajar di wilayah ini.Melalui program ini pelajar di SDN 1 Gunung Karung, Kecamatan Maniis berhasil memperbaiki rumah salah seorang warga. Atas inisiatif pelajar di sekolah tersebut, beras yang terkumpul kemudian dijual dan digabung dengan dana yang berasal dari pelajar yang mengikuti program tersebut dengan sumbangan dalam bentuk uang. Semangat para pelajar ini membuat kepala sekolah dan guru di sekolah tersebut turut berpartisipasi."Iya Alhamdulillah kita jadi semangat juga melihat antusiasme anak-anak. Uangnya digunakan untuk bedah rumah Ibu Enung, rumah beliau tepat di depan sekolah ini," jelas Yayan Rusyana selaku Kepala Sekolah SDN 1 Gunung Karung saat ditemui di kantornya.Berdasarkan pantauan, rumah yang dimaksud oleh Yayan memang terlihat sudah mulai lapuk dimakan usia. Ibu Enung sendiri diketahui tinggal sebatangkara di rumah yang tiang penyangganya hampir habis dimakan rayap. Keadaan inilah yang menjadi alasan dipilihnya rumah Ibu Enung untuk direhab."Kasihan rumahnya hampir roboh. Ini juga bertahap, secara periodik kita lakukan perbaikan di setiap bagian rumah Ibu Enung. Sampai saat ini progress-nya baru 40%, kita targetkan sebentar lagi selesai," katanya menambahkan.
Program bedah rumah dari Program Kemis Welas Asih di Purwakarta ©2017 Merdeka.com
Dana yang sudah digunakan untuk renovasi rumah Ibu Enung menurut keterangan Yayan adalah sebesar Rp2,5 Juta. Dana tersebut berasal dari pelajar sekaligus sumbangan Kepala Sekolah dan para guru. Jumlah itu telah dibelikan kusen dan bilik bambu yang baru untuk perbaikan rumah.Ditemui di rumahnya, Ibu Enung (50) tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan atas rehabilitasi rumah yang tengah dilakukan. Warga Kampung Cidahu, Desa Tegal Datar, Maniis itu berterima kasih kepada segenap civitas akademika SDN 1 Gunung Karung."Emak cuma bisa berterima kasih karena rumah emak sudah diperbaiki. Hatur nuhun pisan ka sadayana (terima kasih kepada semuanya-red)," pungkasnya.Bupati Dedi pun menantang seluruh aparat desa di Purwakarta untuk mensukseskan seluruh program tersebut. Bagi aparat yang desanya berhasil melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat, ia akan memberikan 'reward' berupa kenaikan honor aparat desa setiap bulan."Kalau ini semua berjalan baik, di APBD 2018 kita anggarkan honor kepala desa menjadi Rp7,5 Juta dan RT menjadi Rp1 Juta," pungkasnya.Nah bagaimana dengan program di daerahmu?