Kementerian PUPR lanjutkan uji coba aspal campuran limbah plastik

Penggunaan aspal plastik pada proyek jalan nasional belum dapat diterapkan secara masif tahun ini, karena kontrak pekerjaan jalan tahun berjalan masih menggunakan aspal biasa serta belum adanya pemasok campuran plastiknya.

Hery H Winarno
Oleh Hery H Winarno - Reporter
Kementerian PUPR lanjutkan uji coba aspal campuran limbah plastik
Aspal bercampur plastik. Anggun ©2017 Merdeka.com

Lingkungan hidup merupakan aspek yang menjadi perhatian serius Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Berbagai upaya telah dilakukan terutama untuk mengendalikan kebakaran hutan, restorasi sungai, danau, situ dan embung, serta pengendalian pencemaran, antara lain melalui pengurangan dan pemanfaatan kembali sampah plastik.Dalam konteks ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan kembali melakukan uji coba penggunaan aspal campuran sampah plastik. Rencananya uji coba akan dilakukan di jalan nasional Kota Makassar pada 23-24 Oktober 2017 dan rest area jalan tol Tangerang-Merak pada bulan November 2017.Demikian disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga usai menghadiri acara konferensi pers capaian 3 Tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Bina Graha, Jakarta, Selasa (18/10)."Dari segi kualitas, aspal plastik sudah teruji. Uji coba sudah dilakukan di Bali dan Bekasi beberapa waktu lalu dihadiri oleh Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, namun dilakukan dengan teknik penghamparan terbatas. Untuk uji coba di Makassar juga akan dilihat bagaimana proses pencampurannya. Kita akan memperlihatkan 'dapurnya'," jelas Danis. Dengan semakin meluasnya penggunaan aspal plastik di Indonesia, maka diharapkan akan menjadi solusi menjawab permasalahan limbah plastik kresek.Sementara itu, penggunaan aspal plastik pada proyek jalan nasional belum dapat diterapkan secara masif tahun ini, karena kontrak pekerjaan jalan tahun berjalan masih menggunakan aspal biasa serta belum adanya pemasok campuran plastiknya. Oleh karenanya, Kementerian PUPR sangat mendukung jika ada usaha kecil, mikro dan menengah yang turut ambil bagian dalam upaya mereduksi sampah plastik namun dapat menarik manfaat ekonomi untuk dijadikan bahan campuran aspal."Pemerintah siap memberikan pelatihan dan memberikan hibah mesin pengolahnya sebagai stimulan kepada masyarakat yang tertarik," katanya.Komposisi limbah plastik sebagai bahan campuran aspal dengan komposisi 6 persen yang digunakan untuk pemeliharaan jalan. Kebutuhan aspal untuk pemeliharaan jalan nasional mencapai 47 ribu km. Jika satu kilometer jalan butuh 3 ton plastik maka diperlukan limbah plastik sebanyak 140 ribu ton yang kemudian dicacah menjadi plastik ukuran 5 milimeter.Berdasarkan hasil uji laboratorium tahun 2017 oleh Pusat Litbang Jalan Kementerian PUPR, campuran beraspal panas dengan tambahan limbah plastik menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall 40 persen dan lebih tahan terhadap deformasi dan retak lelah dibandingkan dengan campuran beraspal panas standar. Penggunaan limbah plastik juga sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan.Saat dihampar sebagai aspal panas, ketika diukur suhunya yaitu 150-180 derajat celcius, yang artinya plastik tidak terdegradasi dan masih jauh dari batas degradasi sampah yaitu 250-280 derajat Celcius atau suhu dimana plastik mengeluarkan racun.

Rekomendasi