Mabuk, sopir angkot luka-luka usai tabrak mobil boks di Depok

Lantaran benturan hebat antara angkot dan mobil boks itu, Parhitean si sopir angkot mengalami luka memar dan gores. Tak hanya itu angkot yang dikendarainya pun ringsek dan sudah tidak berbentuk lagi.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Mabuk, sopir angkot luka-luka usai tabrak mobil boks di Depok
Ilustrasi tabrakan. ©2017 Merdeka.com

Kecelakaan terjadi antara mobil angkot 37 Trayek Terminal Kampung Rambutan-Cibinong berplat B 2746 UM dengan mobil truk boks B 9316 FXR di Jalan Raya Bogor KM 30, Selasa malam (17/10) pukul 23.30 WIB. Kecelakaan terjadi diduga karena supir angkot dalam kondisi mabuk.Supir pun tidak bisa kendalikan kendaraan dan menabrak mobil boks yang datang dari arah berlawanan. Kecelakaan terjadi di depan PT Tokai. Akibatnya, supir angkot mengalami luka-luka.Kepala Unit Laka Lantas Polresta Depok Iptu Joko Irwanto mengatakan, supir mabuk itu diketahui bernama Parhitean Sinaga (41). Lantaran benturan hebat antara angkot dan mobil boks itu, Parhitean mengalami luka memar dan gores. Tak hanya itu angkot yang dikendarainya pun ringsek dan sudah tidak berbentuk lagi."Sebelum terjadi kejadian kecelakaan, mobil boks datang dari arah Jakarta ke Bogor melalui Jalan Raya Bogor. Namun sesampainya di depan PT Tokai datang mobil angkot yang datang dari arah berlawanan. Posisinya ketika itu terlalu ke kanan dan masuk jalur mobil boks sehingga menabrak body mobil boks," katanya, Rabu (18/10).Bagian depan angkot yang dibawa nya pun rusak parah. Beruntung nyawanya masih bisa tertolong. Supir angkot alami luka memar dan gores sedangkan untuk supir mobil boks yang bernama Endang (41) tidak mengalami luka. "Untuk korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Tugu Ibu," tukasnya.Joko membenarkan jika supir angkot yang menabrak mobil boks diduga mabuk. Karena dari mulut supir masih beraroma minuman keras. "Iya supir itu mabuk, sehingga tak bisa kendalikan kendaraannya. Mobil truk boks yang ditabrak serta mobil angkot, sempat berada dalam posisi melintang di tengah jalan atau menutup ruas jalan," pungkasnya.

Rekomendasi