Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan hasil identifikasi di sekitar pengolahan emas dengan tromol di Kecamatan Poboya, Palu, di mana sampling dilakukan pada tanah permukaan, menunjukkan tidak terdekteksi kandungan merkuri. Kendati begitu, tidak berarti sudah tidak ditemukan lagi kandungan merkuri di Poboya.Sebab, dari hasil identifikasi terhadap penambang menunjukkan masih memiliki merkuri. Seperti identifikasi terhadap rambut masyarakat di sekitar lokasi tromol menunjukkan konsentrasi merkuri pada masyarakat tinggi.Berita ini merupakan hak jawab di merdeka.com berjudul Kementerian LHK tak temukan merkuri di penambangan Poboya. Adapun fakta pendukung lainnya masih terdapat kandungan merkuri hasil pengukuran lapangan yang dilakukan oleh staf KLHK pada Maret dan Agustus 2017 lalu. Jumlah lokasi yang menjadi titik pengukuran hanya berjumlah 11 titik. Dengan rincian 5 titik sampling untuk pengamatan Maret 2017 dan 6 titik untuk pengamatan Agustus 2017. Jumlah ini belum cukup untuk diangkat sebagai data yang mewakili keseluruhan kondisi penambangan emas di Poboya.
Kementerian LHK masih selidiki kandungan merkuri di penambangan Poboya
Kementerian LHK masih selidiki kandungan merkuri di penambangan Poboya. Dari hasil identifikasi terhadap penambang menunjukkan masih memiliki merkuri. Seperti identifikasi terhadap rambut masyarakat di sekitar lokasi tromol menunjukkan konsentrasi merkuri pada masyarakat tinggi.
Advertisement
Rekomendasi