Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (29/8). Dia ditangkap di ruang kerjanya, kemudian sempat dibawa ke rumah dinas Wali Kota, Kompleks Balaikota Jalan Ki Gede Sebayu, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.
Partai Golkar sebagai pengusung Sita, telah membicarakan hal tersebut. Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham telah menugaskan DPD Golkar Jateng untuk mencari tahu duduk permasalahnnya.
"Setelah itu ada laporan dari DPD 1 Jawa Tengah, lalu DPP Golkar akan rapat terbatas pada korbid kepartaian yang melakukan kajian," kata Idrus di Gedung Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (30/8).
Golkar akan memberikan bantuan hukum untuk Sita. Pertimbangannya, Siti adalah kader Golkar. "Sudah pasti. Kita tugaskan pada ketua bidang hukum dan HAM untuk melakukan pendampingan sekaligus mengawal agar proses hukum pada fakta yang ada," pungkas dia.
Siti ditangkap di ruang kerjanya, kemudian sempat dibawa ke rumah dinas Wali Kota, Kompleks Balaikota Jalan Ki Gede Sebayu, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Sekitar pukul 17.45 WIB, Siti menuju Pringgitan untuk kembali ke ruang kerjanya. Berselang lima menit kemudian, tiga orang yang diduga merupakan penyidik KPK datang dan langsung membawanya.
Sebelum melakukan penangkapan, penyidik KPK melakukan penyegelan di kantor RSUD Kardinah. Dugaan sementara penangkapan terkait kasus pembangunan fisik ICU.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah mendapat laporan mengenai penangkapan Wali Kota Tegal. Dia membenarkannya.
Ganjar menyebut jika uang yang menjadi barang bukti korupsi dan gratifikasi yang diamankan KPK senilai Rp 300 juta.
"Ya sekitar 300 jutaan," ucap Ganjar usai mengikuti kegiatan pertemuan balon Cagub dan Cawagub yang mendaftar di PDI P di Panti Marhen Jalan Mayjen Sutoyo, Kota Semarang, Jateng Selasa (29/8) malam.
Ganjar mengungkapkan Siti ditangkap oleh KPK terkait dengan proyek pembangunan dan rehabilitasi ruang ICU RSUD Kardinah Kota Tegal, Jateng.
"Ya perbaikan rumah sakit (RSUD) Kardinah," pungkas Ganjar.