Mantan pegawai Kemendagri dicecar KPK soal anggaran proyek e-KTP

Mantan pegawai Kemendagri dicecar KPK soal anggaran proyek e-KTP. Yosef sedianya dikonfirmasi mengenai proses pembahasan dan penganggaran proyek e-KTP saat itu.

Yunita Amalia
Oleh Yunita Amalia - Reporter
Mantan pegawai Kemendagri dicecar KPK soal anggaran proyek e-KTP
Gedung baru KPK. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Yosef Sumartono, mantan PNS di Kementerian Dalam Negeri sekaligus orang dekat Sugiharto, sebagai saksi untuk tersangka Setya Novanto. Yosef sedianya dikonfirmasi mengenai proses pembahasan dan penganggaran proyek e-KTP saat itu."Yang digali adalah apa yang diketahui soal proses kedua hal itu," kata kepala bagian informasi dan publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Selasa (25/7).Meski tidak ada komunikasi secara langsung antara Yosef dengan Setya Novanto dalam proyek tersebut, Priharsa menjelaskan penyidik ingin lebih mendalami lebih lanjut tentang rangkaian pembahasan yang terjadi saat itu. Namun, Yosef enggan menjelaskan pemeriksaan dirinya hari ini sebagai saksi untuk Setya Novanto. Usai menjalani pemeriksaan, orang yang pernah diperintahkan terdakwa Sugiharto menerima uang dari Andi Agustinus itu bergegas meninggalkan gedung KPK.Sebelumnya, dalam persidangan korupsi proyek e-KTP dengan dua terdakwa Irman dan Sugiharto, terungkap bahwa Andi Agustinus mengutus adiknya, Vidi Gunawan mengantar uang diperuntukan kepada Sugiharto yang diteruskan ke Irman. Uang tersebut nantinya akan diteruskan kepada sejumlah anggota DPR di Komisi II selaku mitra Kementerian Dalam Negeri. Kala itu, ada empat kali pemberian uang dari Andi melalui Vidi ke Sugiharto melalui Yosef Sumartono. Pemberian pertama sebesar USD 500.000 di Cibubur Junction, pemberian kedua USD 400.000 di Holland Bakery, kemudian USD 400.000 lagi di Jalan Bangka Kemang, terakhir USD 200.000 di SPBU AURI, Pancoran, Jakarta Selatan.Baik Vidi ataupun Yosef membenarkan dirinya telah menuntaskan permintaan Andi dan Sugiharto. Namun keduanya sama sama kompak tidak mengetahui maksud dan tujuan pemberian uang yang jika ditotalkan sebesar USD 1,5 juta itu.

Rekomendasi