Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan salah satu daerah di Sulawesi Utara yang pembangunannya terus bergeliat. Sektor pariwisata, pendidikan dan kesehatan menjadi titik berat pembangunan demi meningkatkan perekonomian masyarakat yang cerdas dan sehat.Kendati demikian, laju pembangunan bukan tanpa kendala. Pemkab Minsel di bawah kepemimpinan Bupati Christiany Eugenia Paruntu yang akrab dengan sebutan Tetty Paruntu ini sempat mewarisi utang bernilai ratusan miliar rupiah dari pemerintahan lama. "Dulu kan utang Pemkab Minsel hampir mencapai Rp 106 miliar sebelum saya menjabat. Itu yang pertama kami benahi sehingga lunas dalam empat tahun periode pertama namun pembangunan jalan terus lewat penghematan besar-besaran. Luar biasa pembangunannya disaat harus berjuang dengan utang yang besar. Tuhan baik," tutur Tetty saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (30/5).Menurut dia, buruknya pengelolaan keuangan dan aset pemerintahan lama membuat ia dan jajarannya harus bekerja keras. Tanggung jawab besar dipikulnya untuk membenahi semua administrasi keuangan agar sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan pengelolaan aset menjadi lebih baik.Disinggung soal pencapaian opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dirinya berharap dapat meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), meski yang terpenting adalah tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah dalam berbagai bidang. Untuk itu ia meminta seluruh SKPD agar bekerja maksimal. "Untuk bekerja jujur dan tidak korupsi. Harus disiplin anggaran dan taat aturan," pungkasnya.
Sempat warisi utang Rp 106 miliar, Minahasa Selatan kini incar WTP
Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merupakan salah satu daerah di Sulawesi Utara yang pembangunannya terus bergeliat. Sektor pariwisata, pendidikan dan kesehatan menjadi titik berat pembangunan demi meningkatkan perekonomian masyarakat yang cerdas dan sehat.
Advertisement
Rekomendasi